Maharaya Festival 2026 Hadirkan Konsep Baru, Jalan Raya Disulap Menjadi Ruang Lahirnya Karya Tari
- Mohammad -
- 10 Jul, 2026
SUMENEP I MaduraNetwork.id – Maharaya Festival 2026 akan menghadirkan pendekatan berbeda dalam dunia seni pertunjukan dengan menjadikan jalan raya bukan sekadar lokasi pementasan, melainkan ruang yang melahirkan proses kreatif sebuah karya tari. Konsep tersebut menjadi identitas utama festival yang akan digelar di Kabupaten Sumenep pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026.
Berbeda dengan pertunjukan tari
yang umumnya memindahkan karya dari panggung konvensional ke ruang terbuka,
Maharaya Festival mengajak para koreografer menyusun karya sejak awal
berdasarkan karakteristik jalan raya. Seluruh proses kreatif, mulai dari eksplorasi
gerak, pola lantai, komposisi penari, arah hadap hingga interaksi dengan
penonton, dirancang menyesuaikan ruang publik tersebut.
Salah satu inisiator Maharaya
Festival, Nur Khalis, mengatakan konsep itu lahir dari keinginan menghadirkan
perspektif baru dalam penciptaan seni tari. Menurutnya, jalan raya memiliki
karakter yang mampu memengaruhi bentuk dan bahasa artistik sebuah karya.
"Selama ini banyak
pertunjukan tari di jalan raya sebenarnya merupakan karya yang sejak awal
dibuat untuk panggung konvensional, kemudian dipindahkan ke ruang terbuka. Kami
ingin membalik cara pandang tersebut. Jalan raya bukan hanya tempat
mempertunjukkan karya, tetapi menjadi ruang yang sejak awal melahirkan ide dan
koreografi," ujarnya.
Ia menjelaskan, setiap ruang
memiliki karakter yang berbeda sehingga akan memengaruhi pilihan artistik
seorang koreografer. Karya yang dirancang khusus untuk jalan raya diyakini akan
menghasilkan pengalaman pertunjukan yang berbeda dibandingkan karya yang lahir
dari panggung tertutup.
Menurut Nur Khalis, mulai dari
pola gerak, komposisi penari, arah hadap hingga cara penonton menikmati
pertunjukan akan menyesuaikan karakter ruang publik. Melalui pendekatan itu,
Maharaya Festival diharapkan mampu membuka tradisi baru dalam penciptaan
koreografi berbasis jalan raya.
Selain menjadi ruang eksplorasi
seni, festival ini juga dirancang sebagai wadah kolaborasi berbagai sektor.
Selama tiga hari pelaksanaan, masyarakat akan disuguhi beragam pertunjukan seni
dan aktivitas budaya yang dipadukan dengan pemberdayaan ekonomi kreatif melalui
keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Mengusung tema "Gelombang
dari Pesisir", Maharaya Festival 2026 tidak hanya berupaya
menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi ruang bertemunya seniman, akademisi
tari, komunitas seni, pelaku UMKM, masyarakat, serta Pemerintah Kabupaten
Sumenep dalam memperkuat ekosistem kebudayaan daerah.
Nur Khalis berharap festival
tersebut dapat berkembang menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Ia ingin
Maharaya Festival menjadi ruang lahirnya berbagai gagasan baru yang mendorong
seniman terus bereksperimen dan berinovasi dalam menciptakan karya seni
pertunjukan.
"Kami berharap Maharaya
menjadi ruang lahirnya cara-cara baru dalam berkarya. Festival ini diharapkan
mampu menginspirasi para seniman untuk terus bereksperimen sekaligus memperkuat
posisi Sumenep sebagai daerah yang berani menghadirkan inovasi dalam dunia seni
pertunjukan," katanya.
Maharaya Festival 2026 merupakan
bagian dari Sumenep
Calendar of Event 2026. Kehadirannya diharapkan semakin
memperkaya agenda pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Sumenep sekaligus
memperkuat citra daerah sebagai salah satu pusat kreativitas seni di Madura.
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *


