:

Marengan Daya Andalkan Kerupuk Pattola sebagai Penggerak Ekonomi Warga

top-news
https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

SUMENEP I MaduraNetwork.id - Desa Marengan Daya, Kecamatan Kota Sumenep, terus menunjukkan geliat ekonomi berbasis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Berada di jalur strategis yang menghubungkan pusat Kota Sumenep dengan Kecamatan Kalianget, desa ini menjadikan sektor perdagangan dan industri rumahan sebagai tulang punggung perekonomian masyarakat.

 

Selain dikenal sebagai kawasan dengan aktivitas perdagangan yang telah berkembang sejak masa kemerdekaan, Desa Marengan Daya kini identik sebagai sentra produksi kerupuk pattola, salah satu makanan khas Kabupaten Sumenep yang banyak diburu masyarakat sebagai camilan maupun oleh-oleh.

 

Aktivitas produksi kerupuk pattola tampak berlangsung hampir di setiap sudut permukiman warga. Mulai dari proses pembuatan adonan, pencetakan, penjemuran hingga pengemasan dilakukan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.

 

Kasi Pemerintahan Desa Marengan Daya, Rudi Hariyanto, mengatakan sebagian besar masyarakat menggantungkan penghasilan dari usaha perdagangan dan produksi kerupuk pattola.

 

"Sebagian besar warga kami memang hidup dari berdagang dan memproduksi kerupuk pattola. Ini bukan sekadar mata pencaharian, tetapi sudah menjadi identitas ekonomi desa kami secara turun-temurun," ujarnya.

 


Menurutnya, kerupuk pattola produksi Desa Marengan Daya memiliki ciri khas tersendiri, baik dari bentuknya yang menyerupai gulungan mi kecil maupun tampilannya yang menarik. Ditambah cita rasa gurih dan harga yang terjangkau, produk tersebut terus diminati pasar, baik di dalam maupun luar Kabupaten Sumenep.

 

Permintaan biasanya meningkat signifikan menjelang hari raya keagamaan maupun musim liburan, sehingga menjadi sumber pendapatan penting bagi masyarakat desa.

 

Meski demikian, para pelaku UMKM masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah proses pengeringan kerupuk yang masih mengandalkan sinar matahari sehingga produksi sangat dipengaruhi kondisi cuaca. Selain itu, pemasaran produk masih didominasi cara konvensional.

 

"Meskipun potensi pasarnya sangat besar, para pelaku UMKM kerupuk pattola di desa kami masih menghadapi tantangan, khususnya terkait metode pengeringan yang masih sangat bergantung pada cuaca serta jangkauan pemasaran yang sebagian besar masih bersifat konvensional," kata Rudi.

 

Untuk meningkatkan daya saing produk lokal tersebut, Pemerintah Desa Marengan Daya mulai mendorong pemanfaatan teknologi dalam proses produksi. Bersama para pelaku usaha, pemerintah desa menjajaki penggunaan teknologi pengeringan modern sekaligus memperkuat kemampuan pemasaran digital melalui berbagai pelatihan.

 

Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas produksi sepanjang tahun sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas hingga ke luar Pulau Madura.

 

"Harapannya, para perajin dapat meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas pemasaran secara lebih masif melalui platform digital," tambahnya.

 

Desa Marengan Daya memiliki luas wilayah sekitar 95 hektare atau 0,95 kilometer persegi. Berjarak sekitar lima hingga enam kilometer dari pusat Kota Sumenep, desa ini terbagi menjadi tiga dusun, yakni Dusun Masjid, Dusun Pasar, dan Dusun Perumahan. Dengan letaknya yang strategis dan kekuatan UMKM yang terus berkembang, Desa Marengan Daya dinilai memiliki potensi besar menjadi salah satu sentra ekonomi berbasis produk olahan pangan khas Sumenep.

 

https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *