Pasar Murah Pemprov Jatim di Pamekasan Catat Transaksi Rp74,1 Juta, Beras SPHP Ludes Terjual
- Mohammad -
- 20 Jul, 2026
Berdasarkan data penyelenggara, transaksi komoditas bahan pokok mencapai Rp67.942.000, sedangkan penjualan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menyumbang Rp6.241.000.
Komoditas yang paling diminati masyarakat adalah Beras SPHP. Sebanyak 800 sak ludes terjual dengan nilai transaksi Rp44 juta. Selain itu, 100 sak beras premium juga habis terjual dengan total nilai Rp7 juta.
Tak hanya beras, sejumlah kebutuhan pokok lainnya juga habis diserbu warga. Di antaranya 200 kilogram gula, 408 liter minyak goreng, 200 kilogram telur ayam ras, 20 kilogram bawang merah, 20 kilogram bawang putih, 60 kilogram tepung, 15 kilogram cabai rawit merah, dan 15 kilogram cabai merah besar.
Sementara itu, daging ayam ras yang dijual dengan harga Rp32.000 per kilogram dari stok 120 kilogram berhasil terjual 79 kilogram, dengan nilai transaksi mencapai Rp2.528.000.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan pasar murah merupakan salah satu instrumen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperluas akses masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga pasar.
"Pasar murah ini pada dasarnya untuk memperluas jangkauan masyarakat dalam mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Harapannya daya beli masyarakat semakin kuat dan stabilisasi harga dapat terus kita lakukan," ujar Khofifah.
Menurutnya, penyelenggaraan pasar murah juga menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Program tersebut sejalan dengan arahan pemerintah pusat dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi yang dipimpin Menteri Dalam Negeri.
Selain menghadirkan kebutuhan pokok murah, pasar murah juga memberi ruang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk unggulan daerah. Produk-produk yang dipasarkan telah melalui proses kurasi dan pendampingan sehingga memiliki daya saing yang lebih baik dan berpeluang mengikuti misi dagang yang difasilitasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Khofifah menambahkan, Jawa Timur memiliki posisi strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Selama tujuh tahun berturut-turut, Jawa Timur menjadi produsen beras terbesar di Indonesia. Selain itu, provinsi ini juga merupakan produsen jagung terbesar nasional, menyumbang hampir 51 persen produksi gula konsumsi nasional, menjadi penghasil telur terbesar, serta memiliki populasi sapi sekitar 3,6 juta ekor yang merupakan tertinggi di Indonesia.
Melalui penyelenggaraan pasar murah secara rutin, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap stabilitas harga kebutuhan pokok tetap terjaga, laju inflasi dapat dikendalikan, serta daya beli masyarakat terus meningkat di tengah dinamika perekonomian.
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *

