Pembangunan Kepulauan Jadi Sorotan, Aktivis Sapeken Titip Lima Harapan kepada Calon Sekda Sumenep
- Inyoman -
- 10 Feb, 2026
SUMENEP I MaduraNetwork.id - Dinamika pencalonan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep mulai mengerucut pada sejumlah nama dari kalangan birokrasi pemerintah daerah. Di tengah proses tersebut, suara dari wilayah kepulauan kembali mengemuka, menyoroti pentingnya kepemimpinan birokrasi yang sensitif terhadap ketimpangan pembangunan antara daratan dan kepulauan.
Faisal, aktivis asal Kepulauan
Sapeken, menilai figur yang akan menduduki jabatan Sekda bukan sekadar
persoalan siapa yang terpilih, melainkan sejauh mana pejabat tersebut memiliki
kepedulian nyata terhadap masyarakat kepulauan. Menurutnya, warga Sapeken lebih
membutuhkan pemimpin birokrasi yang mampu memahami persoalan mendasar yang
mereka hadapi sehari-hari.
Aktivis yang dikenal sebagai kader
Hijau Hitam (HMI) itu menyebut disparitas pembangunan di wilayah kepulauan,
khususnya Sapeken, masih menjadi isu penting yang perlu mendapatkan perhatian
serius pemerintah daerah. Akses pelayanan publik, infrastruktur, hingga
pemerataan program pembangunan dinilai masih belum sepenuhnya dirasakan
masyarakat kepulauan.
Dalam pandangannya, calon Sekda
Sumenep harus memiliki integritas yang kuat dan tidak tercemar rekam jejak
pelanggaran hukum maupun etika. Integritas dianggap sebagai fondasi utama dalam
menjalankan roda birokrasi yang bersih dan profesional.
Selain itu, kapasitas dan
kompetensi birokrasi menjadi syarat penting lainnya. Sekda sebagai pimpinan
administrasi pemerintahan daerah dituntut memiliki pemahaman mendalam tentang
sistem birokrasi, program kerja pemerintah, serta tantangan pembangunan daerah
yang kompleks, termasuk kondisi geografis Sumenep yang terdiri dari wilayah daratan
dan kepulauan.
Faisal juga menekankan pentingnya
komitmen terhadap pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Ia berharap
calon Sekda mampu mendorong kebijakan yang berorientasi pada peningkatan
kualitas hidup masyarakat secara merata, melalui kolaborasi dengan berbagai
pemangku kepentingan serta optimalisasi potensi daerah.
Menurutnya, perhatian terhadap
persoalan di Kepulauan Sapeken harus menjadi bagian dari agenda pembangunan
daerah. Hal ini penting agar kesenjangan pembangunan antara wilayah kepulauan
dan daratan dapat dikurangi secara bertahap.
Di samping itu, calon Sekda
diharapkan memiliki kemampuan manajerial yang kuat dalam menjalankan visi dan
misi kepala daerah. Peran Sekda sebagai koordinator Organisasi Perangkat Daerah
(OPD) dinilai sangat strategis dalam memastikan program pembangunan berjalan
efektif dan selaras.
Kemampuan mengorkestrasi kinerja
OPD serta membangun sinergi lintas sektor menjadi kunci agar kebijakan
pemerintah daerah dapat diimplementasikan secara optimal. Tanpa koordinasi yang
solid, program pembangunan dikhawatirkan tidak berjalan sesuai target.
Bagi masyarakat kepulauan, jabatan
Sekda bukan sekadar posisi administratif, melainkan penghubung penting antara
kebijakan pemerintah daerah dan kebutuhan riil masyarakat di lapangan. Karena
itu, figur Sekda yang responsif terhadap persoalan wilayah kepulauan menjadi
harapan bersama.
Faisal menegaskan bahwa lima
harapan tersebut merupakan aspirasi masyarakat Sapeken yang ingin melihat
pembangunan berjalan lebih adil dan merata. Ia berharap proses seleksi Sekda
dapat melahirkan pemimpin birokrasi yang mampu menjawab tantangan pembangunan
daerah secara menyeluruh.
Dengan berbagai persoalan
geografis dan sosial yang dimiliki Kabupaten Sumenep, kehadiran Sekda yang
berintegritas, kompeten, dan inklusif dinilai menjadi salah satu kunci penting
dalam mempercepat pembangunan serta memperkuat pelayanan publik di seluruh
wilayah, termasuk kepulauan. (sdm)
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *


