:

Bupati Bangkalan Paparkan Strategi Kebangkitan Pertanian dalam Kuliah Umum di Politeknik KP Sidoarjo

top-news
https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

BANGKALAN I MaduraNetwork.id - Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, memaparkan langkah strategis pemerintah daerah dalam membangkitkan sektor pertanian Kabupaten Bangkalan saat memberikan kuliah umum di Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, Rabu (11/3/2026).

 

Kegiatan tersebut juga menjadi momentum penting untuk mempererat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bangkalan dengan Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo. Pada kesempatan itu, kedua pihak menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait pengembangan sumber daya manusia serta penguatan sektor pertanian, perikanan, dan kelautan.

 

Dalam pemaparannya, Lukman Hakim menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki posisi yang sangat vital bagi perekonomian masyarakat Bangkalan. Namun demikian, sektor tersebut juga menghadapi sejumlah tantangan dalam beberapa tahun terakhir.

 


Ia menyebutkan beberapa persoalan yang dihadapi, di antaranya berkurangnya minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian, alih fungsi lahan pertanian, serta menurunnya kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian daerah.

 

“Pertanian merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat Bangkalan. Karena itu kita harus memastikan sektor ini kembali tumbuh dengan strategi yang jelas, terarah, dan berkelanjutan,” ujar Lukman Hakim.

 

Pemerintah Kabupaten Bangkalan menargetkan pertumbuhan sektor pertanian hingga mencapai delapan persen melalui berbagai program penguatan produksi serta pembangunan ekosistem pertanian yang lebih kuat.

 

Sejumlah langkah strategis yang dilakukan antara lain optimalisasi lahan pertanian melalui program Brigade Pangan, peningkatan indeks pertanaman hingga mencapai IP 300, serta peningkatan produktivitas padi hingga delapan ton per hektare.

 

Selain itu, pemerintah daerah juga berupaya menjaga kesejahteraan petani dengan mendorong stabilisasi harga gabah kering panen (GKP) dan jagung, terutama saat memasuki masa panen.

 

Pada sektor hortikultura, Pemkab Bangkalan mendorong pengembangan konsep pertanian perkotaan atau urban farming serta penerapan pertanian presisi berbasis teknologi yang didukung oleh sistem penyuluhan yang terintegrasi.

 

Sementara di sektor perkebunan, Bangkalan diarahkan menjadi pusat pengembangan sejumlah komoditas unggulan seperti tembakau, jambu mente, kelapa, dan tebu. Komoditas tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam meningkatkan nilai ekonomi daerah sekaligus memperkuat posisi Bangkalan di wilayah Madura.

 

Penguatan sektor pertanian juga diiringi dengan pengembangan subsektor peternakan dan perikanan. Program pengembangan Sapi Madura, bebek pedaging, serta ayam petelur terus didorong untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan para peternak.

 

Di sektor perikanan, pemerintah daerah menjalankan beberapa program seperti Kampung Nelayan Merah Putih, budidaya lele mandiri, serta produksi pakan ikan secara mandiri untuk memperkuat sektor perikanan lokal.

 

Lukman Hakim menegaskan bahwa kebijakan yang dijalankan Pemkab Bangkalan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga membangun ekosistem pertanian yang kuat dan berkelanjutan.

 

Langkah tersebut diwujudkan melalui berbagai program, antara lain perlindungan bagi petani dan nelayan, penyediaan beasiswa di bidang pertanian bagi generasi muda, serta kebijakan perlindungan lahan pertanian agar tidak mudah beralih fungsi.

 

“Tujuan utama kita adalah memastikan perekonomian daerah tetap bergerak serta melahirkan sumber daya manusia di sektor pertanian yang unggul,” jelasnya.

 

Ia juga mengungkapkan bahwa sejumlah program yang dijalankan mulai menunjukkan hasil positif. Dalam kurun waktu sekitar 13 bulan terakhir, Bangkalan berhasil mencatat surplus beras.

 

Selain itu, sektor pertanian juga mencatat pertumbuhan sebesar 5,15 persen dengan kontribusi terhadap perekonomian daerah mencapai 21,21 persen.

 

Menurut Lukman Hakim, capaian tersebut menjadi bukti bahwa sektor pertanian masih memiliki potensi besar sebagai penggerak utama ekonomi daerah.

 

“Kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan pertanian Bangkalan yang maju, modern, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (rd)

https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *