:

Wabup Sumenep Dorong Desa Mandiri Statistik melalui Desa Cantik

top-news
https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

SUMENEP I Maduranetwork.id  - Pemerintah Kabupaten Sumenep terus mengakselerasi penguatan tata kelola data di tingkat desa melalui program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik). Inisiatif ini dinilai sebagai langkah strategis dalam menjawab tantangan nyata di lapangan, terutama keterbatasan kapasitas statistik yang masih dihadapi oleh banyak desa.

 

Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim menegaskan bahwa keberadaan data yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan merupakan fondasi utama dalam merancang pembangunan. Namun demikian, ia mengakui bahwa sejumlah desa masih mengalami hambatan, baik dari sisi kualitas sumber daya manusia maupun sistem pendukung pengelolaan data.

 

Menurutnya, perencanaan pembangunan tanpa ditopang data yang valid berpotensi menimbulkan berbagai persoalan. Program yang dijalankan bisa melenceng dari kebutuhan masyarakat, pelaksanaannya sulit dikendalikan, hingga evaluasi yang tidak memiliki pijakan yang jelas.

 

“Tanpa dukungan data yang valid, perencanaan pembangunan berisiko tidak tepat sasaran, bahkan menyulitkan proses pengawasan dan evaluasi,” ujar Wabup saat menghadiri Pencanangan dan Sosialisasi Desa Cantik 2026 di Aula DPMD, Selasa (21/04/2026).

 

Ia berharap, program Desa Cantik menjadi titik awal bagi desa-desa untuk bertransformasi menjadi entitas yang mandiri secara statistik dan cakap dalam mengambil keputusan berbasis data. Baginya, data bukan sekadar kumpulan angka, melainkan pijakan penting dalam menentukan arah kebijakan dan prioritas pembangunan.

 

Lebih lanjut, perangkat desa didorong untuk berperan aktif dalam menyediakan data berkualitas. Dengan demikian, setiap program pembangunan yang dirancang benar-benar mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat.

 

“Data yang baik akan menghasilkan perencanaan yang tepat, pelaksanaan yang terarah, serta evaluasi yang terukur. Ini menjadi fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan,” jelasnya.

 

Dalam implementasinya, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep bersinergi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Bappeda, serta Dinas Komunikasi dan Informatika. Kolaborasi ini diwujudkan melalui pencanangan desa binaan Desa Cantik 2026, yakni Desa Ketawang Karay, Bata’al Timur, dan Desa Billapora Barat.

 

Wabup menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk memastikan penggunaan data yang terstandar, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini menjadi kunci agar desa mampu bertransformasi menjadi subjek pembangunan yang mandiri dan berdaya saing.

 

Pemerintah daerah pun berharap semakin banyak desa yang mengadopsi prinsip Desa Cantik, sehingga kualitas pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Sumenep dapat terus meningkat. (rj)

https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *