:

Perencanaan Pembangunan Sumenep Harus Berpijak pada Keadilan dan Kondisi Nyata

top-news
https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

SUMENEP I MaduraNetwork.id – Pemerintah Kabupaten Sumenep, menegaskan bahwa proses perencanaan pembangunan tidak boleh hanya berhenti pada aspek administratif semata. Lebih dari itu, perencanaan harus mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat sekaligus menjadi arah strategis bagi masa depan daerah.

 

Penegasan tersebut disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep, Arif Firmanto. Ia menilai bahwa perencanaan pembangunan memiliki peran krusial dalam memastikan kebijakan yang diambil benar-benar berdampak bagi masyarakat.

 

Menurutnya, penyusunan rencana pembangunan harus dilakukan secara proporsional dengan mempertimbangkan kondisi nyata di lapangan serta visi jangka panjang pemerintah daerah. Keseimbangan ini dinilai penting agar kebijakan yang dihasilkan tidak melenceng dari tujuan utama pembangunan.

 

Arif menjelaskan, pendekatan yang terlalu idealistis kerap menghadapi kendala dalam implementasi. Sebaliknya, jika terlalu pragmatis, perencanaan justru berisiko kehilangan arah dan tujuan jangka panjang.

 

“Perencanaan harus menjadi jembatan antara kondisi saat ini dengan target yang ingin dicapai di masa mendatang,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).

 

Di sisi lain, ia juga menyoroti masih adanya ketimpangan pembangunan antara wilayah daratan dan kepulauan di Kabupaten Sumenep. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius dalam merumuskan kebijakan ke depan.

 

Ia menegaskan, prinsip keadilan harus menjadi dasar utama dalam setiap perencanaan pembangunan agar hasilnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.

 

Distribusi pembangunan yang adil, lanjutnya, merupakan kunci untuk menekan kesenjangan antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan yang inklusif.

 

Arif Firmanto juga mengingatkan bahwa perencanaan pembangunan memiliki peran strategis di tengah dinamika global yang semakin tidak menentu. Oleh karena itu, perencanaan harus mampu menjadi instrumen mitigasi risiko sekaligus pedoman dalam menentukan prioritas kebijakan daerah.

 

Dengan perencanaan yang matang, pembangunan tidak hanya diarahkan pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga pada terciptanya kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan. (sdm)

https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *