:

DKPP Sumenep Pacu Percepatan Tanam Padi Demi Wujudkan Swasembada Pangan

top-news
https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

SUMENEP  I MaduraNetwork.id -  Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep terus mengintensifkan langkah percepatan penanaman padi di wilayah Kota Keris. Upaya ini menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan produktivitas pertanian sekaligus menopang target swasembada pangan nasional.

 

Program percepatan tanam tersebut difokuskan pada penguatan kapasitas produksi di sejumlah kawasan pertanian yang dinilai masih memiliki potensi untuk dioptimalkan. Salah satu strategi yang dijalankan adalah melalui program optimalisasi lahan (oplah) tahun 2026.

 

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, mengungkapkan bahwa pelaksanaan penanaman padi dilakukan secara terencana di titik-titik lahan yang memungkinkan peningkatan intensitas tanam. Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan hasil yang lebih maksimal.

 

Menurutnya, program oplah merupakan inisiatif dari pemerintah pusat yang bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan lahan sawah. Lahan yang sebelumnya hanya ditanami sekali dalam setahun kini didorong agar bisa ditanami lebih dari satu kali.

 

Melalui intervensi tersebut, indeks pertanaman (IP) ditargetkan mengalami peningkatan signifikan. Dari yang semula berada pada IP 100, diharapkan dapat naik menjadi IP 200.

 



“Lahan yang sebelumnya hanya satu kali tanam dalam setahun, kami dorong menjadi dua kali tanam. Dengan demikian, produktivitas pertanian dapat meningkat secara nyata,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, musim hujan menjadi momentum strategis untuk menggerakkan kembali aktivitas tanam para petani. Terutama pada lahan yang memiliki tingkat kesuburan tinggi dan ketersediaan air yang mencukupi.

 

Kondisi tersebut dinilai sangat mendukung peningkatan hasil produksi, sehingga peluang untuk mencapai target yang telah ditetapkan semakin terbuka lebar.

 

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa gerakan tanam yang dilakukan saat ini bukan sekadar kegiatan simbolis. Namun, merupakan langkah konkret untuk memastikan peningkatan produktivitas pertanian berjalan sesuai arah yang telah direncanakan.

 

Dengan adanya langkah ini, kontribusi sektor pertanian terhadap program swasembada pangan diharapkan dapat terlihat secara nyata dan terukur.

 

Pejabat yang akrab disapa Inung tersebut juga menyampaikan bahwa pihaknya menargetkan luas tanam padi sepanjang tahun 2026 mencapai 36 ribu hektare.

 

Target tersebut dinilai realistis dengan mempertimbangkan berbagai faktor pendukung, seperti kondisi cuaca, kesiapan lahan, serta antusiasme petani dalam meningkatkan produksi.

 

Ia optimistis, dengan sinergi antara pemerintah dan petani, capaian tersebut dapat direalisasikan sesuai rencana.

 

Selain itu, percepatan tanam dan optimalisasi lahan diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang terhadap peningkatan produktivitas pertanian di Kabupaten Sumenep.

 

Tidak hanya itu, langkah ini juga menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan, baik di tingkat daerah maupun nasional. “Kami optimistis target 36 ribu hektare dapat tercapai tahun ini,” pungkasnya dengan penuh keyakinan. (sdm)

https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *