:

Peringati Hari Lahir Pancasila, Bupati Fauzi Tegaskan Pentingnya Persatuan untuk Kemajuan Sumenep

top-news
https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

SUMENEP I MaduraNetwork.id – Nilai-nilai Pancasila tetap menjadi pijakan utama dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis sekaligus mendorong kemajuan daerah. Di Kabupaten Sumenep yang memiliki keragaman budaya, tradisi, dan latar belakang masyarakat, Pancasila dinilai menjadi perekat yang menjaga persatuan dan kebersamaan.

 

Hal tersebut disampaikan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Kantor Bupati Sumenep, Selasa (2/6/2026).

 

Menurutnya, Sumenep merupakan daerah yang memiliki karakteristik unik karena membentang dari wilayah daratan hingga kepulauan. Kondisi itu menghadirkan keberagaman suku, budaya, tradisi, dan keyakinan yang hidup berdampingan dalam suasana rukun dan damai.

 

Bupati menegaskan, Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga menjadi pedoman yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya perlu diwujudkan dalam setiap kebijakan pembangunan maupun interaksi sosial masyarakat.

 

Ia menjelaskan, sila Ketuhanan Yang Maha Esa mengajarkan pentingnya menjaga religiositas sekaligus memperkuat sikap saling menghormati antarumat beragama. Nilai tersebut menjadi fondasi dalam menciptakan kehidupan yang damai serta menjaga stabilitas dan kondusivitas daerah.

 

Selain itu, nilai kemanusiaan harus tercermin melalui penghormatan terhadap hak-hak sesama, tumbuhnya empati sosial, serta kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan. Sikap tersebut dinilai penting untuk memperkuat solidaritas di tengah kehidupan bermasyarakat.

 

Pada aspek persatuan, Bupati menekankan pentingnya semangat gotong royong sebagai kekuatan utama dalam pembangunan daerah. Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam mewujudkan kemajuan, melainkan membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

 

“Budaya kebersamaan dan gotong royong telah menjadi bagian dari identitas masyarakat Sumenep sejak lama. Nilai ini harus terus dijaga dan diwariskan sebagai modal sosial dalam membangun daerah,” ujarnya.

 

Sementara itu, nilai kerakyatan menjadi dasar dalam setiap proses pengambilan keputusan melalui musyawarah dan dialog yang mengutamakan kepentingan bersama. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sumenep terus membuka ruang partisipasi publik agar setiap kebijakan pembangunan selaras dengan kebutuhan masyarakat.

 

Di sisi lain, nilai keadilan sosial menjadi tujuan utama yang ingin diwujudkan pemerintah daerah melalui pembangunan yang merata dan inklusif. Komitmen tersebut diarahkan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat, baik yang berada di wilayah daratan maupun kepulauan.

 

Menutup sambutannya, Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat persatuan, menumbuhkan toleransi, serta menjaga semangat gotong royong.

 

Dengan menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, ia optimistis Sumenep akan semakin tangguh menghadapi berbagai tantangan dan mampu mewujudkan pembangunan yang berkeadilan, berkelanjutan, serta menyejahterakan seluruh lapisan masyarakat. (rba)

 

https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *