Bappeda Sumenep Perkuat Akuntabilitas OPD, Dorong Pembangunan Lebih Terukur dan Transparan
- Mohammad -
- 08 Jul, 2026
SUMENEP I MaduraNetwork.id - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep terus memperkuat sistem akuntabilitas kinerja di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD). Upaya ini ditempuh untuk memastikan setiap program pembangunan berjalan sesuai target, dapat diukur hasilnya, serta mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah daerah.
Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Dr.
Ir. Arif Firmanto, S.TP, M.Si. IPU.
ASEAN. Eng, menegaskan bahwa akuntabilitas tidak dapat dilepaskan dari proses
perencanaan yang matang, pelaksanaan yang tepat sasaran, dan evaluasi yang
dilakukan secara terbuka. Karena itu, Bappeda mendorong seluruh OPD
memanfaatkan Sistem Informasi Kinerja Perangkat Daerah (SIKPD) secara konsisten
sebagai instrumen pengendalian dan pemantauan program.
Menurut Arif, keberadaan SIKPD
memungkinkan pemerintah daerah mengawasi berbagai indikator pelaksanaan
program, mulai dari target kinerja, realisasi anggaran, hingga capaian output
yang dihasilkan masing-masing perangkat daerah.
“Kami tidak mau program berjalan
tetapi hasilnya tidak bisa diukur. Lewat SIKPD, target, realisasi anggaran,
sampai capaian output-nya dapat dipantau. Ini bentuk tanggung jawab kami kepada
masyarakat,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa esensi
akuntabilitas bukan sekadar memenuhi kewajiban administrasi melalui laporan
berkala. Lebih dari itu, yang menjadi ukuran utama adalah sejauh mana program
pemerintah mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Bappeda bertugas memastikan uang
rakyat digunakan sesuai dengan janji yang telah direncanakan. Jika OPD
akuntabel, kepercayaan publik akan meningkat. Dan itu merupakan modal penting
bagi pembangunan Sumenep ke depan,” kata Arif.
Sebagai bagian dari penguatan tata
kelola pembangunan, evaluasi kinerja dilakukan secara berkala untuk memastikan
seluruh target pembangunan berjalan sesuai indikator yang telah ditetapkan
pemerintah daerah. Evaluasi tersebut sekaligus menjadi sarana koreksi terhadap
program yang dinilai belum optimal.
Arif menilai sinkronisasi antara
perencanaan dan pelaksanaan merupakan faktor penting yang menentukan
keberhasilan pembangunan daerah. Selama ini, ukuran keberhasilan sering kali
hanya dikaitkan dengan tingginya penyerapan anggaran. Padahal, menurut dia,
aspek yang lebih penting adalah capaian program dan dampaknya bagi masyarakat.
“Keberhasilan pembangunan tidak hanya
diukur dari tingkat penyerapan anggaran, tetapi juga capaian program dan
manfaat yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Selain memperkuat sistem pemantauan,
Bappeda juga menekankan pentingnya pelaporan yang akurat, terintegrasi, dan
disampaikan tepat waktu oleh seluruh perangkat daerah. Kualitas data yang baik
dinilai menjadi fondasi dalam pengambilan keputusan dan penyusunan kebijakan
pembangunan yang efektif.
Langkah penguatan akuntabilitas
tersebut sejalan dengan arahan Bupati Sumenep, Dr. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH,
MH, yang mendorong terwujudnya birokrasi yang bersih, melayani, dan transparan.
Melalui sistem pengelolaan kinerja yang semakin kuat, Pemerintah Kabupaten
Sumenep berharap kualitas tata kelola pemerintahan terus meningkat.
Bappeda optimistis penguatan
akuntabilitas yang dilakukan secara berkelanjutan akan berdampak pada
peningkatan nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP)
Kabupaten Sumenep.
Di saat yang sama, upaya tersebut
diharapkan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan
pemerintahan dan arah pembangunan daerah.
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *

