Naik Kelas menjadi Tipe B, RSUD Sumenep Perluas Akses Layanan Spesialistik
- Mohammad -
- 20 Jul, 2026
SUMENEP I MaduraNetwork.id - Di tengah tuntutan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang semakin cepat dan berkualitas, RSUD dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep memilih menempuh jalan transformasi. Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Sumenep itu tidak hanya memperluas kapasitas layanan, tetapi juga membangun sistem pelayanan yang lebih modern, digital, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Perubahan tersebut berlangsung
bertahap di bawah kepemimpinan Direktur RSUDMA, dr. Erliyati.
Fokus pembenahan diarahkan pada peningkatan kompetensi tenaga medis,
pengembangan layanan spesialis, modernisasi fasilitas kesehatan, hingga
digitalisasi layanan administrasi. Tujuannya sederhana, tetapi mendasar:
memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang cepat, aman, dan
berkualitas tanpa harus meninggalkan daerahnya.
Tonggak penting transformasi itu
adalah meningkatnya status RSUD dr. H. Moh. Anwar menjadi rumah sakit tipe B. Kenaikan klasifikasi tersebut bukan
sekadar perubahan administratif. Status baru menandakan bertambahnya kapasitas
pelayanan, ketersediaan dokter spesialis, serta kemampuan rumah sakit menangani
kasus-kasus medis yang lebih kompleks sehingga ketergantungan terhadap rumah
sakit rujukan di kota-kota besar dapat dikurangi.
"Peningkatan status ini bukan
hanya sebuah capaian, tetapi juga tanggung jawab besar untuk terus memberikan
pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kami ingin memastikan setiap pasien
memperoleh pelayanan yang cepat, aman, nyaman, dan berkualitas," kata dr.
Erliyati.
Status tipe B juga menjadi fondasi
bagi penguatan berbagai layanan kritis yang selama ini menjadi kebutuhan
masyarakat. Instalasi Gawat Darurat (IGD), Intensive Care Unit (ICU), Pediatric
Intensive Care Unit (PICU), hingga Neonatal Intensive Care Unit (NICU) terus
diperkuat agar mampu menangani pasien dengan kondisi darurat maupun penyakit
berisiko tinggi.
Transformasi belum berhenti di
sana. RSUDMA kini mempersiapkan pengembangan layanan jantung dan paru sebagai
layanan unggulan. Langkah ini dipandang strategis mengingat penyakit
kardiovaskular dan gangguan pernapasan masih menjadi penyebab utama kematian di
Indonesia. Kehadiran layanan tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat
Madura, khususnya Kabupaten Sumenep, terhadap pelayanan spesialistik tanpa
harus dirujuk ke Surabaya atau kota lain.
Modernisasi rumah sakit juga
terlihat pada aspek pelayanan publik. Digitalisasi menjadi salah satu instrumen
utama untuk meningkatkan efisiensi. Sistem pendaftaran dan antrean daring
memungkinkan pasien mengakses layanan dengan lebih mudah sekaligus mengurangi
waktu tunggu yang selama ini menjadi salah satu tantangan pelayanan kesehatan.
Bagi rumah sakit pemerintah,
transformasi digital bukan hanya soal pemanfaatan teknologi, melainkan
perubahan cara kerja agar pelayanan menjadi lebih responsif, transparan, dan
berorientasi pada kebutuhan pasien.
Perjalanan pembenahan tersebut
turut diakui melalui capaian Akreditasi Paripurna Bintang Lima,
predikat tertinggi dalam sistem akreditasi rumah sakit di Indonesia. Pengakuan
itu menunjukkan bahwa rumah sakit telah memenuhi standar nasional dalam aspek
keselamatan pasien, tata kelola organisasi, hingga mutu pelayanan kesehatan.
RSUDMA juga dipercaya menjadi
bagian dari Program Jejaring Pengampuan Kesehatan Strata Utama (KJSU)
Kementerian Kesehatan. Melalui jejaring ini, rumah sakit memperoleh
pendampingan dari rumah sakit pengampu nasional untuk memperkuat kemampuan
menangani penyakit katastropik, termasuk peningkatan kompetensi tenaga
kesehatan dan pengembangan layanan spesialistik.
Bagi masyarakat di wilayah
kepulauan Sumenep, perkembangan tersebut memiliki arti yang lebih besar. Akses
terhadap pelayanan kesehatan berkualitas selama ini kerap terkendala jarak
geografis dan keterbatasan fasilitas. Semakin lengkap layanan yang tersedia di
RSUDMA, semakin kecil kebutuhan pasien untuk menjalani rujukan ke luar daerah
yang membutuhkan waktu, biaya, dan risiko lebih besar.
Menurut dr. Erliyati, seluruh
pencapaian itu merupakan hasil kerja kolektif seluruh tenaga kesehatan,
dukungan Pemerintah Kabupaten Sumenep, serta meningkatnya kepercayaan
masyarakat terhadap rumah sakit.
"Kepercayaan masyarakat
adalah motivasi terbesar bagi kami untuk terus berinovasi dan meningkatkan
kualitas pelayanan. Kami ingin RSUD dr. H. Moh. Anwar menjadi rumah sakit yang
benar-benar mampu memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi seluruh
masyarakat Sumenep," ujarnya.
Transformasi RSUD dr. H. Moh.
Anwar menunjukkan bahwa penguatan layanan kesehatan daerah tidak hanya
ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kemampuan institusi
membangun sumber daya manusia, tata kelola, dan inovasi pelayanan. Di tengah
tantangan geografis Kabupaten Sumenep yang mencakup wilayah daratan dan
kepulauan, perubahan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkecil kesenjangan
akses layanan kesehatan sekaligus memperkuat sistem kesehatan di tingkat
regional.
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *

