:

Jaga Stabilitas Harga dan Perkuat Daya Beli Masyarakat, Khofifah Gelar Pasar Murah di Pamekasan

top-news
https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

PAMEKASAN I MaduraNetwork.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur kembali menggelar pasar murah sebagai upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus memperkuat daya beli masyarakat. Kali ini, kegiatan berlangsung di Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Madura, pada Ahad (19/7/2026), dan dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

 

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar. Sejumlah komoditas yang dijual antara lain gula, Minyakita, daging ayam, dan berbagai kebutuhan dapur lainnya.

 

Khofifah menjelaskan, pasar murah di Pamekasan merupakan pelaksanaan ke-84 yang digelar Pemprov Jawa Timur sepanjang tahun 2026. Program tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga sekaligus mengantisipasi potensi inflasi.

 

"Ini pasar murah yang ke-84 tahun 2026. Hari ini misalnya di Pamekasan harga daging ayam di pasar Rp38 ribu sampai Rp40 ribu per kilogram, di sini kita jual Rp32 ribu per kilogram. Minyakita yang di pasar harganya Rp16 ribu, di sini kita jual Rp13 ribu," ujar Khofifah di sela kegiatan.

 

Menurutnya, pelaksanaan pasar murah tidak hanya difokuskan di satu wilayah, tetapi terus diperluas agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat di berbagai daerah di Jawa Timur.

 

"Pada dasarnya pasar murah ini sifatnya meluaskan jangkauan kepada masyarakat. Kita siapkan pasar murah untuk semakin terjangkau, stabilisasi harga kita lanjutkan. Ini bagian dari penetrasi kemungkinan terjadinya inflasi," katanya.

 

Selain menjaga stabilitas harga, pasar murah juga menjadi sarana untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Khofifah menilai kehadiran pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam setiap kegiatan pasar murah merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekonomi kerakyatan.

 

Ia mengatakan, Pemprov Jawa Timur juga terus mendorong agar produk-produk UMKM mampu naik kelas melalui proses kurasi dan pendampingan yang dilakukan oleh dinas terkait.

 

"Kita berharap UKM kita naik kelas. Apa yang memungkinkan mereka naik kelas, kalau misalnya ada produk yang bisa kita lakukan kurasi. Kemudian dari proses kurasi ini kita bawa ke misi dagang, biasanya market-nya luas sekali," ungkapnya.

 

Khofifah menambahkan, dirinya secara langsung ikut menyeleksi sejumlah produk unggulan UMKM yang dinilai memiliki potensi untuk bersaing di pasar yang lebih luas. Produk-produk tersebut kemudian akan mendapatkan pendampingan hingga dipromosikan dalam berbagai agenda misi dagang yang difasilitasi Pemprov Jawa Timur.

 

"Biasanya ada satu atau dua produk yang kita ambil dan saya sendiri yang menjadi testernya. Kemudian nanti ada tim dari Disperindag yang akan melakukan pendampingan. Berikutnya setiap misi dagang ada pelaku usaha yang kita bawa untuk memperluas pasar dari UKM itu," pungkasnya.

 

Melalui program pasar murah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap tidak hanya mampu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk-produk unggulan UMKM daerah.

 

https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *