:

Debut Manis Lifter Muda Sumenep, Erinda dan Maulid Persembahkan Dua Perunggu di Kejurprov PABERSI

top-news
https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

SUMENEP I MaduraNetwork.id - Kontingen angkat berat Kabupaten Sumenep menunjukkan efektivitas pembinaan atlet muda pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Persatuan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABERSI) Jawa Timur 2026. Meski hanya mengirim dua atlet ke ajang yang berlangsung di Grand City Surabaya, keduanya berhasil menyumbangkan dua medali perunggu.

 

Dua lifter yang mengharumkan nama Sumenep tersebut adalah Erinda Dayen Pratiwi dari Kecamatan Manding dan Mohammad Maulid Maulana dari Kecamatan Kota, Kelurahan Pabian. Kejurprov tahun ini menjadi debut mereka di level provinsi, namun keduanya mampu tampil kompetitif menghadapi atlet-atlet yang lebih berpengalaman.

 

Bagi Erinda, medali perunggu menjadi buah dari proses latihan yang dijalani selama ini. Ia mengaku bersyukur dapat mempersembahkan prestasi pada penampilan pertamanya di kejuaraan tingkat Jawa Timur.

 

"Hasil ini menjadi motivasi bagi saya untuk berlatih lebih keras lagi agar ke depan bisa meraih prestasi yang lebih tinggi," ujar Erinda, Senin (3/8/2026).

 

Ketua Cabang Olahraga Angkat Berat Kabupaten Sumenep, Badrut Tamam, menilai capaian tersebut menjadi indikator positif bagi perkembangan pembinaan atlet di daerah. Menurut dia, keberhasilan membawa pulang dua medali dari dua atlet yang diturunkan menunjukkan potensi besar yang dimiliki lifter muda Sumenep.

 

"Alhamdulillah, kami hanya membawa dua atlet dan keduanya berhasil membawa pulang medali. Ini hasil yang sangat membanggakan sekaligus bukti potensi besar atlet muda kita," kata Badrut.

 

Ia menegaskan, hasil di Kejurprov bukan menjadi tujuan akhir, melainkan pijakan untuk memperkuat sistem pembinaan atlet secara berkelanjutan. Organisasi akan terus meningkatkan kualitas latihan, memperluas pencarian bibit atlet, serta memberikan kesempatan bertanding agar para lifter muda memiliki pengalaman yang lebih matang.

 

Menurut Badrut, regenerasi atlet menjadi kunci agar angkat berat Sumenep mampu bersaing secara konsisten di tingkat provinsi hingga nasional. Karena itu, pembinaan sejak usia dini akan terus menjadi fokus utama organisasi.

 

Kejurprov PABERSI Jawa Timur menjadi salah satu agenda penting dalam kalender pembinaan olahraga angkat berat di provinsi ini. Selain menjadi ajang kompetisi, kejuaraan tersebut juga menjadi tolok ukur perkembangan atlet daerah sekaligus sarana menjaring calon atlet potensial untuk dipersiapkan menuju kejuaraan yang lebih tinggi.

 

Bagi Sumenep, raihan dua medali perunggu memang belum menempatkan daerah itu di papan atas klasemen. Namun, keberhasilan dua atlet debutan membawa pulang medali menjadi sinyal bahwa proses regenerasi mulai berjalan. Dengan pembinaan yang berkesinambungan, peluang melahirkan lifter yang mampu bersaing di tingkat nasional semakin terbuka.

 

https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *