:
Breaking News

Persebaya Juara Piala Presiden 2026, Persib Ditundukkan Lewat Adu Penalti

top-news

GIANYAR I MaduraNetwork.id - Persebaya Surabaya mengakhiri Piala Presiden 2026 dengan mengangkat trofi juara setelah melewati drama panjang melawan Persib Bandung. Dalam laga final di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026) malam, Bajul Ijo menundukkan Maung Bandung melalui adu penalti dengan skor 7-6 setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga waktu normal berakhir.

 

Kemenangan itu disambut penuh suka cita oleh para pemain, pelatih, dan ofisial Persebaya. Begitu eksekusi penalti terakhir memastikan gelar, para pemain berhamburan merayakan keberhasilan tersebut sebelum bersama-sama menuju podium untuk mengangkat trofi Piala Presiden 2026.

 

Final berlangsung dalam tempo tinggi sejak menit awal. Persebaya dan Persib sama-sama berusaha mengambil inisiatif serangan. Pertarungan di lini tengah berlangsung ketat, sementara kedua kesebelasan beberapa kali menciptakan peluang yang mengancam pertahanan lawan.

 

Skor imbang 1-1 bertahan hingga waktu normal selesai. Tidak adanya pemenang membuat pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.

 

Persebaya mampu menjalankan eksekusi dengan lebih efektif. Adu penalti berlangsung ketat hingga akhirnya Bajul Ijo memastikan kemenangan 7-6 sekaligus membawa pulang gelar juara Piala Presiden 2026.

 

Bagi Persebaya, keberhasilan tersebut menjadi pencapaian penting sebelum menghadapi kompetisi resmi musim baru. Gelar pramusim itu memberikan suntikan kepercayaan diri sekaligus menjadi gambaran bahwa skuad asuhan Bernardo Tavares memiliki mental untuk menghadapi pertandingan dengan tekanan tinggi.

 

Pelatih Persebaya Bernardo Tavares mengapresiasi karakter yang ditunjukkan anak asuhnya. Menurut dia, para pemain mampu mempertahankan kedisiplinan dan konsentrasi sampai pertandingan memasuki fase paling menentukan.

 

"Saya sangat bangga dengan karakter dan mental para pemain. Mereka bermain disiplin, tidak menyerah hingga menit terakhir, dan tetap tenang saat adu penalti," ujar Bernardo, Jumat (7/8/2026).

 

Menurut dia, keberhasilan tersebut bukan hasil kerja satu atau dua pemain. Gelar juara merupakan buah kerja bersama seluruh elemen tim, mulai dari pemain, staf pelatih hingga manajemen.

 

"Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi bagi kami untuk tampil lebih baik di Liga 1 musim ini," katanya.

Gelar Piala Presiden juga memberikan arti khusus bagi Persebaya karena diraih melalui pertandingan final yang berlangsung ketat. Persib mampu memberikan perlawanan hingga penentuan melalui titik putih, tetapi Persebaya akhirnya lebih beruntung sekaligus lebih tenang pada fase tersebut.

 

Bagi Persib, kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah sebelum memasuki kompetisi resmi. Maung Bandung perlu segera mengevaluasi sejumlah aspek permainan setelah gagal menutup turnamen pramusim dengan trofi.

 

Sementara bagi Persebaya, trofi Piala Presiden menjadi modal awal untuk menatap musim baru. Tantangan sesungguhnya kini menunggu di kompetisi resmi.

 

Bajul Ijo tidak lagi sekadar mengejar kemenangan dalam satu pertandingan final. Konsistensi, kedalaman skuad, kebugaran pemain, dan kemampuan menjaga mental bertanding akan menjadi ukuran apakah keberhasilan di Piala Presiden dapat diterjemahkan menjadi prestasi yang lebih besar pada musim kompetisi 2026/2027.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *