:

Zaki Ubaidillah, Pebulutangkis Sampang Menyabet Posisi Runner-up Dunia Junior BWF 2025

top-news
https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

SAMPANG I MaduraNetwork.id - Pebulutangkis muda asal Kabupaten Sampang, Moh. Zaki Ubaidillah, menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Dalam ajang BWF World Junior Championships 2025 yang digelar di National Centre of Excellence, Guwahati, India, Zaki berhasil melangkah hingga partai puncak dan menyabet posisi runner-up, usai berhadapan dengan wakil Tiongkok, Liu Yang Ming Yu.

 

Pada laga final yang berlangsung sengit, Zaki—yang akrab disapa Ubed—memperlihatkan permainan impresif di gim pertama. Ia tampil penuh semangat dan mampu menekan Liu dengan rally panjang dan serangan tajam. Namun, meski sempat menyamakan kedudukan di beberapa momen krusial, Ubed akhirnya harus mengakui keunggulan lawannya dengan skor 10–15.

 

Memasuki gim kedua, pebulutangkis berusia 18 tahun itu sempat tertinggal cukup jauh 0–5 akibat tekanan beruntun dari Liu. Tak menyerah begitu saja, Ubed mencoba bangkit dan perlahan memperkecil selisih angka menjadi 9–10. Sayangnya, Liu kembali menunjukkan ketenangan luar biasa di poin-poin akhir dan menutup pertandingan dengan skor 15–11.

 

Meski gagal menjadi juara, capaian Zaki tetap menjadi catatan istimewa. Ia berhasil menempatkan namanya sebagai finalis Kejuaraan Dunia Junior, turnamen bergengsi yang menjadi batu loncatan bagi banyak atlet menuju level senior dunia.

 

Usai pertandingan, Ubed dengan lapang dada mengakui keunggulan sang lawan. “Liu bermain sangat solid dan mampu mengendalikan tempo pertandingan. Ia juga sering membaca arah serangan saya,” ungkapnya, Senin (20/10/2025).

 

Zaki menuturkan bahwa dirinya belum mampu bermain dengan fokus penuh di laga final. Ambisi besar untuk meraih gelar juara justru membuat konsentrasinya sedikit terganggu. “Saya terlalu bernafsu untuk menang, jadi pikiran saya tidak tenang. Banyak hal yang perlu saya perbaiki, baik dari segi fisik maupun mental,” ujarnya jujur.

 

Kendati demikian, Zaki tetap memandang hasil ini sebagai batu pijakan penting dalam perjalanan kariernya. Ia bertekad untuk terus berlatih keras agar bisa tampil lebih matang di level senior. “Harapan saya ke depan, semoga bisa lebih baik dan mampu bersaing di ajang yang lebih besar,” tambahnya.

 

Keberhasilan Zaki melaju hingga final turut mengharumkan nama Kabupaten Sampang, Jawa Timur, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda daerahnya untuk berani bermimpi besar.

 

Bagi Indonesia, prestasi ini menambah daftar panjang pemain muda potensial yang siap mengibarkan bendera Merah Putih di pentas dunia. Sementara bagi Ubed, ajang ini menjadi penutup manis kariernya di level junior, sebelum beranjak ke dunia bulutangkis senior pada tahun 2026, saat usianya genap 19 tahun.

 

https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *