Kepala SMAN 2 Sumenep Keliling Kelas, Rehab Sarpras dan Kebersihan Jadi Bagian Branding SMADA
- Mohammad -
- 08 Sep, 2026
SUMENEP I MaduraNetwork.id - Pagi di SMAN 2 Sumenep tidak hanya dimulai dengan bel masuk dan aktivitas belajar mengajar. Ada rutinitas lain yang dilakukan untuk memastikan sekolah tetap menjadi ruang yang aman, tertib, dan nyaman bagi siswa.
Kepala SMAN 2 Sumenep Agusng Setiawan secara rutin berkeliling memantau proses belajar mengajar (PBM) di sejumlah ruang kelas. Dari satu kelas ke kelas lain, kondisi pembelajaran diperiksa agar berlangsung tertib. Ketika menemukan siswa berada di luar kelas saat jam kosong, sapaan diberikan sekaligus memastikan mekanisme piket berjalan sebagaimana mestinya.
Aktivitas tersebut dilakukan bersamaan dengan kebiasaan berjalan naik-turun tangga di lingkungan sekolah. Bukan sekadar rutinitas fisik, kegiatan itu ditempatkan sebagai bagian dari ikhtiar menjaga kebugaran sekaligus membangun kedekatan dengan warga sekolah.
Bagi SMAN 2 Sumenep, pengelolaan sekolah tidak berhenti pada urusan administrasi. Lingkungan fisik sekolah juga menjadi bagian penting dari kualitas pembelajaran.
Memasuki pekan kedua rehabilitasi sarana dan prasarana, pekerjaan perbaikan terus berlangsung. Pembenahan diarahkan untuk memastikan fasilitas sekolah mampu menunjang proses belajar mengajar yang aman dan nyaman.
Perbaikan sarana menjadi penting karena ruang belajar bukan sekadar tempat siswa menerima pelajaran. Kondisi lingkungan fisik turut menentukan bagaimana proses pendidikan berlangsung. Sekolah yang tertata memberi ruang lebih baik bagi guru untuk mengajar dan siswa untuk belajar.
Di sisi lain, perhatian terhadap lingkungan tidak hanya dibebankan kepada pengelola sekolah. Tim Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) SMAN 2 Sumenep juga mengambil bagian dengan memastikan kebersihan lingkungan sekolah tetap terjaga.
Tugas mereka memang berkaitan erat dengan administrasi sekolah. Namun pekerjaan sehari-hari diperluas dengan kepedulian terhadap lingkungan. Kebersihan sekolah dipandang sebagai bagian dari kenyamanan seluruh warga sekolah.
Upaya itu sekaligus membuka ruang sinergi dengan masyarakat sekitar. Lingkungan sekolah yang bersih, menurut semangat yang dibangun, tidak cukup dijaga dari dalam pagar sekolah. Warga sekolah dan masyarakat sekitar diharapkan memiliki kepedulian yang sama terhadap kebersihan lingkungan.
Rangkaian aktivitas tersebut memperlihatkan satu pola: pengelolaan sekolah dilakukan melalui pekerjaan-pekerjaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Memastikan kelas berjalan tertib, menyapa siswa, memperbaiki sarana, hingga menjaga kebersihan lingkungan menjadi bagian dari upaya yang sama.
SMAN 2 Sumenep menyebut rangkaian ikhtiar itu sebagai bagian dari upaya membangun branding SMADA. Namun, branding tidak sekadar perkara citra. Ia dibangun melalui kebiasaan, kedisiplinan, lingkungan yang terawat, serta kualitas interaksi antara sekolah dan warganya.
Pada akhirnya, sekolah yang aman dan nyaman tidak lahir dari satu program besar. Ia terbentuk dari rutinitas yang dikerjakan setiap hari, dari ruang kelas, tangga sekolah, fasilitas yang diperbaiki, hingga halaman yang tetap bersih.
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *

