:

Prestasi Bermunculan, Sekolah Kian Kondusif setelah Pemasangan CCTV

top-news
https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

BANGKALAN I MaduraNetwork.id - Dalam beberapa tahun terakhir, nama SDN Pejagan 1 Bangkalan perlahan namun pasti mulai mencuri perhatian. Sekolah dasar yang merupakan hasil penggabungan dari tiga lembaga ini berhasil menunjukkan kemajuan signifikan, ditandai dengan munculnya berbagai prestasi akademik maupun nonakademik yang mampu bersaing dengan sekolah-sekolah lain di Bangkalan.

 

Deretan capaian tersebut tidak hanya terlihat dari bidang akademik, tetapi juga nonakademik. SDN Pejagan 1 tercatat meraih prestasi sebagai sekolah sehat dan bersih, juara bhing ana’ berbusana terbaik, hingga sejumlah penghargaan lainnya. Selain itu, para guru juga turut mengharumkan nama sekolah dengan meraih juara dalam berbagai lomba pada peringatan HUT PGRI 2025.

 


Menyatukan tiga sekolah menjadi satu lembaga bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan kesabaran, strategi, serta manajemen yang matang untuk membangun kebersamaan dan kekompakan. Namun, kerja kolektif tersebut kini mulai menunjukkan hasil nyata dengan lahirnya budaya berprestasi di lingkungan sekolah.

 

Kepala SDN Pejagan 1 Bangkalan, Sujoko P., S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa keberhasilan yang diraih tidak lepas dari dukungan banyak pihak. Mulai dari guru, siswa, wali murid, komite sekolah, Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Bangkalan, hingga Dinas Pendidikan.

 


“Semua prestasi ini merupakan hasil kerja bersama. Tanpa dukungan dan sinergi seluruh elemen, capaian tersebut tidak mungkin terwujud,” ujar Sujoko.

 

Ia menambahkan, predikat sekolah bersih dan sehat tidak cukup hanya diraih, tetapi harus menjadi karakter dan kebiasaan seluruh warga sekolah. Karena itu, pihaknya menanamkan budaya peduli lingkungan secara konsisten.

 

“Salah satu program kami adalah membiasakan untuk tidak membuang sampah sembarangan. Bahkan, siswa diarahkan untuk memungut sampah yang berserakan sebagai bentuk tanggung jawab bersama,” jelas pria yang akrab disapa Pak Joko tersebut.

 


Tak berhenti di sana, inovasi lain yang dilakukan manajemen sekolah adalah pemasangan kamera pengawas (CCTV) di hampir seluruh ruang kelas dan titik-titik strategis sekolah. Sekolah dengan jumlah siswa mencapai 646 ini memanfaatkan teknologi tersebut sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan tertib.

 

“Hasilnya sangat efektif dan membantu sekali,” ungkap Pak Joko.

Dengan adanya CCTV, setiap persoalan yang muncul dapat ditangani secara objektif dan cepat. Rekaman kamera menjadi rujukan penting dalam mengambil keputusan, termasuk saat terjadi laporan perundungan di lingkungan sekolah.

 

“Jika ada laporan bullying, kami tinggal memutar rekaman CCTV untuk melihat kejadian sebenarnya. Ini sangat membantu dalam penyelesaian masalah. Intinya, keberadaan CCTV membuat kondisi sekolah lebih kondusif,” tuturnya. (dj)

 

https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *