:

MPLS Ramah 2026 di SMKN 1 Bangkalan Hadirkan Assessment Bakat hingga Edukasi Antikorupsi

top-news
https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

BANGKALAN I MaduraNetwork.id – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026 di SMKN 1 Bangkalan menghadirkan sejumlah pembaruan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Salah satu inovasi yang diterapkan adalah pelaksanaan assessment bagi seluruh peserta didik baru sebagai bagian dari implementasi kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

 

Assessment tersebut meliputi tes kebugaran, literasi, numerasi, serta pemetaan bakat dan minat siswa. Seluruh proses dilakukan secara daring melalui laman resmi Kemendikdasmen menggunakan kode unik yang dimiliki masing-masing sekolah.

 

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 1 Bangkalan, Yuda, mengatakan hasil assessment akan menjadi data awal sekolah dalam mengenali karakter, potensi, serta kondisi kesehatan peserta didik baru.

 

"Melalui assessment ini, siswa baru akan diketahui bakat dan minatnya serta kondisi kesehatannya. Data tersebut nantinya menjadi acuan sekolah dalam memberikan pembinaan dan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa," ujar Yuda.

 

Selain assessment, kegiatan MPLS juga diisi dengan berbagai materi wajib maupun pilihan yang bertujuan membentuk karakter dan memperkenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru.

 


Materi tersebut meliputi pengenalan lingkungan dan budaya SMKN 1 Bangkalan, pengenalan potensi diri, membangun relasi dengan teman baru, hingga berbagai edukasi dari instansi terkait.

 

BPBD Kabupaten Bangkalan turut memberikan pembekalan mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana, sementara Polres Bangkalan menyampaikan materi tentang bahaya penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA).

 

Tak hanya itu, sekolah juga menggelar kampanye antikorupsi serta sosialisasi bahaya penggunaan rokok elektrik (vape) di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya membangun budaya sekolah yang sehat dan berintegritas.

 

Yuda menjelaskan, seluruh rangkaian kegiatan mengacu pada Permendikdasmen Tahun 2026 tentang MPLS Ramah, yang menekankan pentingnya pengalaman belajar yang aman, menyenangkan, dan menghormati hak-hak setiap anak.

 

"Tujuan utama MPLS Ramah adalah menghadirkan pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan dengan tetap menghormati hak setiap anak. Harapannya, sekolah benar-benar menjadi rumah kedua yang aman dan nyaman bagi seluruh murid," pungkasnya.

 

https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *