:
Breaking News

EKSISTENSI SARJANA KESEHATAN MASYARAKAT DALAM MENJAWAB TANTANGAN KESEHATAN

top-news

Oleh:

Zhafira Aisyah Mumtaz/626110129240

Fakultas Kesehatan Masyarakat

Universitas Airlangga 

 

Kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang menentukan kualitas hidup manusia. Namun, persoalan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan penyakit yang dialami seseorang, tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan, perilaku, kondisi sosial, serta akses terhadap pelayanan. Karena itu, pembangunan kesehatan membutuhkan tenaga yang mampu melihat masalah secara menyeluruh. Dalam konteks tersebut, profesi sarjana kesehatan masyarakat memiliki eksistensi yang penting karena berperan menjaga dan meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pendekatan promotif, preventif, serta pemberdayaan.

 

Tantangan kesehatan saat ini semakin beragam. Masyarakat masih menghadapi penyakit menular, penyakit tidak menular, masalah gizi, pencemaran lingkungan, dan ketimpangan akses pelayanan kesehatan. Perubahan pola hidup dan perkembangan teknologi juga membuat informasi kesehatan mudah tersebar, tetapi tidak semuanya benar. Organisasi kesehatan dunia (WHO) menjelaskan bahwa fungsi kesehatan masyarakat mencakup pemantauan kondisi kesehatan, pencegahan penyakit, promosi kesehatan, perlindungan kesehatan, serta kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat (World Health Organization, 2024). Hal ini menunjukkan bahwa penyelesaian masalah kesehatan tidak cukup hanya mengandalkan pengobatan setelah seseorang sakit.

 

Sarjana kesehatan masyarakat memiliki ruang kontribusi yang luas. Dalam promosi kesehatan, mereka dapat menyusun edukasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, meningkatkan literasi kesehatan, dan mendorong perubahan perilaku secara realistis. Dalam pencegahan penyakit, mereka dapat membantu melakukan surveilans, mengidentifikasi faktor risiko, mendukung skrining, serta merancang intervensi berbasis data.

 

Mereka juga dapat terlibat dalam kesehatan lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja, administrasi pelayanan kesehatan, penelitian, serta penyusunan dan evaluasi kebijakan. Peran tersebut membutuhkan kemampuan analisis, komunikasi, kerja sama lintas sektor, dan pemahaman terhadap kondisi sosial masyarakat.

 

Selain itu, sarjana kesehatan masyarakat perlu mampu menerjemahkan data menjadi informasi yang mudah dipahami sehingga masyarakat dapat mengambil keputusan kesehatan secara tepat. Pendekatan ini penting karena keberhasilan program kesehatan sangat dipengaruhi oleh partisipasi dan kepercayaan masyarakat.

 

Eksistensi profesi ini semakin terlihat dalam arah transformasi kesehatan Indonesia. Kementerian Kesehatan menempatkan transformasi layanan primer sebagai salah satu fokus utama dengan penguatan kegiatan promotif dan preventif, peningkatan skrining, serta penguatan kapasitas layanan primer. Upaya tersebut dilaksanakan melalui penguatan puskesmas, posyandu, dan keterlibatan masyarakat (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2022). Dalam pelaksanaannya, sarjana kesehatan masyarakat dapat menjadi penghubung antara kebijakan, tenaga kesehatan, dan masyarakat agar program kesehatan tidak berhenti pada perencanaan, tetapi benar-benar dipahami dan dijalankan.

 

Menurut saya, profesi sarjana kesehatan masyarakat tidak kalah penting dibandingkan profesi kesehatan lainnya. Jika tenaga medis banyak berfokus pada penanganan individu yang sakit, sarjana kesehatan masyarakat membantu mencegah masalah agar tidak meluas dan meningkatkan kesehatan kelompok masyarakat.

 

Oleh sebab itu, eksistensinya perlu diperkuat melalui kompetensi yang terus berkembang, integritas, kepedulian, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan. Saya meyakini bahwa sarjana kesehatan masyarakat memiliki peran strategis dalam menciptakan masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan berkeadilan. Karena itu, pilihan untuk menekuni bidang ini merupakan kesempatan sekaligus tanggung jawab untuk memberi manfaat nyata bagi banyak orang.

 

DAFTAR PUSTAKA

1. 1.    Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Transformasi Layanan Primer Kemenkes Fokus Posyandu. pada Pencegahan di Puskesmas dan Posyandu.

https://kemkes.go.id/id/transformasi-layanan-primer-kemenkes-fokus-pada-pencegah an-di-puskesmas-dan-posyandu [online]. (diakses 4 September 2026).

 

2.   2.  World Health Organization. (2024). Defining Essential Public Health Functions and Services to Strengthen the Public Health Workforce.  https://www.who.int/publications/i/item/9789240091436 [online]. (diakses 4 September 2026).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *