EKSISTENSI SARJANA KESEHATAN MASYARAKAT DALAM MENJAWAB TANTANGAN KESEHATAN
- Mohammad -
- 05 Sep, 2026
Oleh:
Zhafira Aisyah
Mumtaz/626110129240
Fakultas Kesehatan
Masyarakat
Universitas Airlangga
Kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang menentukan kualitas hidup
manusia. Namun, persoalan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan penyakit yang
dialami seseorang, tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan, perilaku, kondisi
sosial, serta akses terhadap pelayanan. Karena itu, pembangunan kesehatan
membutuhkan tenaga yang mampu melihat masalah secara menyeluruh. Dalam konteks
tersebut, profesi sarjana kesehatan masyarakat memiliki eksistensi yang penting
karena berperan menjaga dan meningkatkan kesehatan masyarakat melalui
pendekatan promotif, preventif, serta pemberdayaan.
Tantangan kesehatan saat
ini semakin beragam. Masyarakat masih menghadapi penyakit menular, penyakit
tidak menular, masalah gizi, pencemaran lingkungan, dan ketimpangan akses
pelayanan kesehatan. Perubahan pola hidup dan perkembangan teknologi juga
membuat informasi kesehatan mudah tersebar, tetapi tidak semuanya benar.
Organisasi kesehatan dunia (WHO) menjelaskan bahwa fungsi kesehatan masyarakat
mencakup pemantauan kondisi kesehatan, pencegahan penyakit, promosi kesehatan,
perlindungan kesehatan, serta kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat (World
Health Organization, 2024). Hal ini menunjukkan bahwa penyelesaian masalah
kesehatan tidak cukup hanya mengandalkan pengobatan setelah seseorang sakit.
Sarjana kesehatan
masyarakat memiliki ruang kontribusi yang luas. Dalam promosi kesehatan, mereka
dapat menyusun edukasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, meningkatkan
literasi kesehatan, dan mendorong perubahan perilaku secara realistis. Dalam
pencegahan penyakit, mereka dapat membantu melakukan surveilans,
mengidentifikasi faktor risiko, mendukung skrining, serta merancang intervensi
berbasis data.
Mereka juga dapat terlibat
dalam kesehatan lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja, administrasi
pelayanan kesehatan, penelitian, serta penyusunan dan evaluasi kebijakan. Peran
tersebut membutuhkan kemampuan analisis, komunikasi, kerja sama lintas sektor,
dan pemahaman terhadap kondisi sosial masyarakat.
Selain itu, sarjana
kesehatan masyarakat perlu mampu menerjemahkan data menjadi informasi yang
mudah dipahami sehingga masyarakat dapat mengambil keputusan kesehatan secara
tepat. Pendekatan ini penting karena keberhasilan program kesehatan sangat
dipengaruhi oleh partisipasi dan kepercayaan masyarakat.
Eksistensi profesi ini
semakin terlihat dalam arah transformasi kesehatan Indonesia. Kementerian
Kesehatan menempatkan transformasi layanan primer sebagai salah satu fokus
utama dengan penguatan kegiatan promotif dan preventif, peningkatan skrining,
serta penguatan kapasitas layanan primer. Upaya tersebut dilaksanakan melalui
penguatan puskesmas, posyandu, dan keterlibatan masyarakat (Kementerian
Kesehatan Republik Indonesia, 2022). Dalam pelaksanaannya, sarjana kesehatan
masyarakat dapat menjadi penghubung antara kebijakan, tenaga kesehatan, dan
masyarakat agar program kesehatan tidak berhenti pada perencanaan, tetapi
benar-benar dipahami dan dijalankan.
Menurut saya, profesi
sarjana kesehatan masyarakat tidak kalah penting dibandingkan profesi kesehatan
lainnya. Jika tenaga medis banyak berfokus pada penanganan individu yang sakit,
sarjana kesehatan masyarakat membantu mencegah masalah agar tidak meluas dan
meningkatkan kesehatan kelompok masyarakat.
Oleh sebab itu, eksistensinya perlu diperkuat melalui kompetensi yang terus berkembang, integritas, kepedulian, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan. Saya meyakini bahwa sarjana kesehatan masyarakat memiliki peran strategis dalam menciptakan masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan berkeadilan. Karena itu, pilihan untuk menekuni bidang ini merupakan kesempatan sekaligus tanggung jawab untuk memberi manfaat nyata bagi banyak orang.
DAFTAR PUSTAKA
1. 1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Transformasi
Layanan Primer Kemenkes Fokus Posyandu. pada Pencegahan di Puskesmas dan
Posyandu.
https://kemkes.go.id/id/transformasi-layanan-primer-kemenkes-fokus-pada-pencegah
an-di-puskesmas-dan-posyandu [online]. (diakses 4 September 2026).
2. 2. World Health Organization.
(2024). Defining Essential Public Health Functions and Services to Strengthen
the Public Health Workforce. https://www.who.int/publications/i/item/9789240091436
[online]. (diakses 4 September 2026).
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *

