:

Dorong Modernisasi Pertanian, Pemkab Sumenep Salurkan 47 Hand Tractor untuk Kelompok Tani

top-news
https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

SUMENEP I MaduraNetwork.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) terus memperkuat modernisasi sektor pertanian dengan menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa 47 unit hand tractor kepada kelompok tani (poktan).

 

Bantuan tersebut telah disalurkan pada Juni 2026 kepada 47 kelompok tani yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Sumenep. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan lahan sekaligus mendukung peningkatan produktivitas pertanian.

 

Kepala DKPP Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, mengatakan bantuan hand tractor merupakan bentuk dukungan pemerintah dalam menyediakan sarana produksi pertanian yang lebih modern.

 

Menurutnya, penggunaan alsintan diharapkan mampu mempercepat proses pengolahan lahan sehingga petani dapat menghemat waktu, tenaga, dan biaya operasional.

 

"Bantuan ini merupakan sarana pendukung untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan. Dengan penggunaan hand tractor, proses pengolahan tanah menjadi lebih cepat dan efisien sehingga produktivitas usaha tani juga diharapkan meningkat," kata Chainur, Kamis (23/7/2026).

 

Ia menegaskan bahwa kelompok tani penerima bantuan memiliki tanggung jawab untuk memanfaatkan alsintan sesuai peruntukannya. Selain digunakan dalam kegiatan budidaya pertanian, hand tractor juga harus dirawat secara berkala agar masa pakainya lebih panjang.

 

"Ini merupakan sarana pendukung untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan. Karena itu, harus dimanfaatkan untuk kepentingan budidaya pertanian, dirawat, dipelihara, dan digunakan dengan baik," ujarnya.

 

Menurut Chainur, pemanfaatan alat dan mesin pertanian selama ini telah memberikan dampak positif terhadap aktivitas pertanian di lapangan. Kehadiran hand tractor dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap tenaga kerja manual, sekaligus mempercepat proses pengolahan lahan sebelum musim tanam dimulai.

 

Modernisasi pertanian, lanjut dia, menjadi salah satu strategi yang terus didorong DKPP Kabupaten Sumenep dalam meningkatkan produksi komoditas pangan, terutama padi. Penggunaan teknologi dan mekanisasi diharapkan mampu meningkatkan daya saing sektor pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

 

Karena itu, pemerintah daerah berharap bantuan alsintan yang telah diterima kelompok tani dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung peningkatan hasil panen dan kesejahteraan petani.

 

"Ini bagian dari modernisasi pertanian. Sarana ini harus dimaksimalkan dan dirawat dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang," tutur Chainur.

 

Pemkab Sumenep terus mendorong pemanfaatan teknologi di sektor pertanian sebagai salah satu langkah menghadapi tantangan regenerasi petani, keterbatasan tenaga kerja, serta kebutuhan peningkatan produktivitas. Melalui dukungan alsintan, pemerintah berharap sektor pertanian di Kabupaten Sumenep semakin efisien, modern, dan mampu menopang ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.

 

 

https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *