Polresta Sumenep Buka Ruang Dialog, Warga Manding Sampaikan Aspirasi Keamanan
- Mohammad -
- 12 Aug, 2026
Pendekatan tersebut dilakukan Polresta Sumenep melalui kegiatan Sambung Roso bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), tokoh agama, tokoh masyarakat, Babinsa, serta 11 kepala desa se-Kecamatan Manding. Kegiatan berlangsung di Pendopo Kantor Kecamatan Manding, Desa Manding Laok, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Selasa (11/8/2026) malam.
Pertemuan itu tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi. Polresta Sumenep membuka ruang dialog agar masyarakat dapat menyampaikan langsung persoalan, aspirasi, maupun keresahan yang berkembang di lingkungan mereka.
Kapolresta Sumenep Komisaris Besar Ariek Indra Sentanu mengatakan, kepolisian ingin membangun komunikasi dua arah dengan masyarakat. Menurut dia, aparat tidak hanya perlu menyampaikan pesan keamanan, tetapi juga mendengarkan persoalan yang dihadapi warga.
“Kami datang bukan hanya untuk menyampaikan pesan, tetapi juga untuk mendengar. Apa yang menjadi keluhan, masukan, dan harapan masyarakat harus kita dengarkan bersama, kemudian kita carikan solusi sesuai dengan kewenangan masing-masing,” ujar Ariek.
Dialog berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Sejumlah warga memperoleh kesempatan menyampaikan pertanyaan dan masukan secara langsung kepada Kapolresta. Berbagai persoalan yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat dibicarakan bersama dengan melibatkan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Ariek menegaskan, persoalan keamanan tidak dapat dibebankan hanya kepada kepolisian. Pemerintah desa dan masyarakat memiliki peran penting karena mereka bersentuhan langsung dengan berbagai persoalan sosial di lingkungan masing-masing.
“Kamtibmas adalah tanggung jawab kita bersama. Polri tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi dengan pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat sangat penting untuk menciptakan situasi yang aman, nyaman, dan kondusif,” katanya.
Menurut Ariek, komunikasi yang intensif di tingkat desa juga dapat menjadi mekanisme deteksi dini. Persoalan yang muncul di tengah masyarakat diharapkan dapat segera dibicarakan sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Karena itu, ia meminta para kepala desa di Kecamatan Manding memperkuat koordinasi dengan Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta jajaran kepolisian apabila menemukan persoalan yang berpotensi mengganggu ketertiban.
“Kalau ada persoalan di masyarakat, jangan dibiarkan berlarut-larut. Mari kita komunikasikan dan selesaikan bersama dengan mengedepankan musyawarah serta aturan yang berlaku,” ujar Ariek.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolresta Sumenep Komisaris Haris Darma Sucipto, Kepala Bagian Operasi Komisaris Junaidi, Kepala Satuan Binmas Komisaris Moh. Abd Kohar, pejabat kepolisian lainnya, serta Kapolsek Manding Ajun Komisaris Fathor Rahman.
Dari unsur pemerintah dan masyarakat hadir Camat Manding Slamet Boedihardjo, Ketua MWCNU Manding Ustadz Rudi Hartono, para kepala desa, Babinsa, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Model komunikasi langsung seperti Sambung Roso menjadi penting di tengah kompleksitas persoalan keamanan di tingkat lokal. Polisi memperoleh informasi mengenai kondisi riil masyarakat, sementara warga memiliki saluran untuk menyampaikan persoalan tanpa harus menunggu masalah menjadi besar.
Polresta Sumenep berharap pola komunikasi tersebut dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian sekaligus membangun kesadaran bahwa keamanan merupakan hasil kerja bersama.
Bagi masyarakat Manding, pertemuan semacam itu juga membuka ruang untuk mempertemukan berbagai unsur yang selama ini bekerja di wilayah yang sama. Kepolisian, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga dapat membicarakan persoalan keamanan dalam satu forum.
Dari komunikasi tersebut, keamanan tidak semata-mata dipahami sebagai tugas aparat, tetapi sebagai tanggung jawab kolektif yang dimulai dari kemampuan masyarakat untuk saling mendengar, berkoordinasi, dan menyelesaikan persoalan melalui musyawarah.
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *

