UHC Sumenep Jadi Jaminan Akses Kesehatan, Direktur RSUD dr H. Moh. Anwar Sumenep Minta Warga Tak Menunda Berobat
- Mohammad -
- 21 Aug, 2026
SUMENEP I MaduraNetwork.id - Akses terhadap layanan kesehatan semestinya tidak terhenti oleh kekhawatiran mengenai biaya. Pemerintah Kabupaten Sumenep, menyediakan skema Universal Health Coverage (UHC) yang memungkinkan warga memperoleh pelayanan kesehatan sesuai ketentuan hanya dengan menunjukkan dokumen identitas kependudukan.
Direktur Utama RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Hj. Erliyati,
mengingatkan masyarakat agar tidak menunda pengobatan karena mengira biaya
menjadi kendala. Menurut dia, warga yang memenuhi persyaratan administrasi
dapat memanfaatkan program UHC yang telah terintegrasi dengan BPJS Kesehatan
melalui kerja sama pemerintah daerah.
“Jangan takut berobat. Selama membawa identitas kependudukan dan
memenuhi ketentuan, masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan melalui
UHC,” kata Erliyati, Senin (17/8/2026).
Erliyati mengatakan, masih terdapat warga yang belum mengetahui
keberadaan program tersebut. Sebagian pasien akhirnya datang sebagai pasien
umum karena mengira biaya pemeriksaan dan pengobatan harus ditanggung sendiri.
Padahal, kata dia, masyarakat cukup membawa KTP atau Kartu Keluarga
(KK). Setelah persyaratan administrasi dipastikan terpenuhi, pelayanan dapat
diberikan melalui mekanisme UHC sesuai prosedur yang berlaku.
“Jika memenuhi persyaratan administrasi, pelayanan kesehatan dapat
diakses melalui program UHC,” ujarnya.
Menurut Erliyati, setiap tindakan medis tetap memiliki komponen tarif.
Namun, bagi masyarakat yang memenuhi kriteria penerima manfaat, pembiayaan
dilakukan melalui mekanisme UHC sehingga pasien tidak perlu melakukan
pembayaran langsung untuk pelayanan yang dijamin program tersebut.
Skema itu menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sumenep di
bawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo untuk memperluas cakupan perlindungan
kesehatan masyarakat.
Bagi rumah sakit, keberadaan UHC tidak hanya berkaitan dengan mekanisme
pembiayaan, tetapi juga dengan upaya memastikan masyarakat memperoleh
pertolongan medis pada saat membutuhkan.
Karena itu, RSUD dr. H. Moh. Anwar terus melakukan sosialisasi agar
masyarakat memahami mekanisme dan hak pelayanan yang tersedia. Informasi
mengenai UHC dinilai penting untuk mencegah warga menunda pemeriksaan hanya
karena kekhawatiran terhadap biaya.
Erliyati berharap semakin banyak masyarakat memanfaatkan fasilitas
tersebut secara tepat. Dengan pengetahuan yang lebih baik mengenai skema
pembiayaan kesehatan, warga diharapkan lebih cepat mencari pertolongan ketika
mengalami gangguan kesehatan.
Pemerintah Kabupaten Sumenep menempatkan perluasan akses layanan
kesehatan sebagai bagian dari pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar
masyarakat. UHC diharapkan menjadi instrumen untuk memperkecil kesenjangan
akses layanan, terutama bagi warga yang menghadapi keterbatasan pembiayaan.
Pada akhirnya, keberhasilan program bukan hanya diukur dari tersedianya
skema pembiayaan, melainkan juga dari sejauh mana masyarakat mengetahui,
memahami, dan mampu menggunakannya sesuai ketentuan.
Pesan yang disampaikan direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar sederhana: ketika
layanan kesehatan tersedia dan pembiayaannya telah disiapkan melalui mekanisme
pemerintah, masyarakat tidak semestinya ragu mencari pertolongan. Kesehatan
merupakan kebutuhan dasar yang harus dapat dijangkau seluruh warga.
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *

