Bukti Komitmen Percepatan Penurunan Stunting, Sumenep Borong Empat Penghargaan Nasional dari BKKBN
- Mohammad -
- 29 Jul, 2026
SUMENEP I MaduraNetwork.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan memborong empat penghargaan sekaligus dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Penghargaan tersebut menjadi bukti nyata komitmen daerah dalam menyukseskan program pembangunan keluarga serta percepatan penurunan tengkes (stunting).
Penghargaan diserahkan pada Rabu (29/7/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33. Capaian tersebut merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat terhadap keberhasilan Kabupaten Sumenep dalam mengimplementasikan berbagai program prioritas BKKBN secara optimal.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kabupaten Sumenep, drg. Ellya Fardasah, M.Kes., mengatakan, penghargaan itu diraih berkat keberhasilan pelaksanaan empat program unggulan BKKBN yang dijalankan secara terpadu di Kabupaten Sumenep.
Empat program tersebut meliputi TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak), yakni layanan daycare terintegrasi yang mendukung orang tua bekerja sekaligus memantau tumbuh kembang dan pemenuhan gizi anak untuk mencegah stunting.
Kemudian GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia) yang mendorong keterlibatan aktif ayah dalam pengasuhan anak guna mencegah fenomena fatherless dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Selanjutnya SIDAYA (Lansia Berdaya) melalui penyelenggaraan Sekolah Lansia (Selantang) dan pelatihan kewirausahaan agar para lansia tetap sehat, aktif, produktif, dan mandiri.
Sementara program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) difokuskan pada penyediaan dukungan nutrisi bagi keluarga berisiko stunting, terutama ibu hamil, ibu menyusui, serta anak di bawah dua tahun (baduta).
"Penghargaan ini adalah bukti konkret keberhasilan konvergensi lintas sektor di Kabupaten Sumenep," ujar drg. Ellya saat dikonfirmasi.
Menurutnya, meskipun penghargaan tersebut secara administratif diberikan oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, manfaatnya sangat besar terhadap peningkatan indikator kesehatan masyarakat di Kabupaten Sumenep.
Ia menjelaskan, keberhasilan program GENTING serta sistem pemantauan tumbuh kembang anak yang dilakukan melalui fasilitas TAMASYA memberikan kontribusi signifikan dalam menekan angka prevalensi tengkes di daerah.
Selain itu, capaian akseptor Keluarga Berencana Metode Operasi Wanita (MOW) yang melampaui target hingga lebih dari 100 persen juga menjadi instrumen penting dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta meningkatkan kualitas kesehatan reproduksi perempuan.
"Data dari capaian ini akan langsung kami integrasikan sebagai basis intervensi kesehatan publik yang lebih presisi ke depannya," tegasnya.
Prestasi tersebut semakin memperkuat posisi Kabupaten Sumenep sebagai salah satu daerah yang konsisten mendukung program pembangunan keluarga, pengendalian penduduk, serta percepatan penurunan stunting melalui kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *


