Empat Kali Juara Nasional, Khofifah Sebut Jawa Timur Siap Jadi Rujukan Pendidikan Vokasi Indonesia
- Rusli Djunaidi
- 04 Aug, 2026
SURABAYA I MaduraNetwork.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa
menilai Jawa Timur telah memiliki fondasi kuat untuk menjadi rujukan
pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia. Penilaian itu didasarkan pada
konsistensi prestasi pendidikan vokasi, termasuk keberhasilan provinsi ini
meraih gelar juara umum Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah
Tingkat Nasional selama empat tahun berturut-turut.
Pernyataan tersebut disampaikan
Khofifah saat menghadiri Gala Dinner Olimpiade Vokasi Indonesia (OLIVIA) XI
Tahun 2026 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (3/8/2026) malam.
"Jawa Timur insyaallah sudah
layak menjadi referensi pendidikan vokasi di Indonesia. Jawa Timur sudah empat
kali juara umum berturut-turut Lomba Kompetensi Siswa Pendidikan Menengah
Tingkat Nasional," ujar Khofifah.
Menurut Khofifah, capaian tersebut
merupakan hasil dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menempatkan
pendidikan sebagai prioritas pembangunan. Komitmen itu diwujudkan melalui
dukungan anggaran yang besar, disertai pengawasan dan evaluasi terhadap setiap
program agar menghasilkan manfaat yang terukur bagi peserta didik.
Ia menilai pendidikan vokasi memiliki
posisi strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap memasuki dunia
kerja sekaligus mampu menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.
Selain meningkatkan kualitas
pembelajaran di dalam negeri, Pemprov Jawa Timur juga memperluas akses peserta
didik terhadap pengalaman kerja internasional. Hingga kini, sebanyak 4.915
siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) di Jawa Timur telah memperoleh kesempatan
magang maupun bekerja di 13 negara.
Jumlah tersebut, menurut Khofifah,
melampaui peserta dari luar Jawa Timur yang mencapai sekitar 3.600 orang.
"Ini bukan sesuatu yang
sederhana. Sebanyak 4.915 siswa SMK Jawa Timur magang dan atau bekerja di 13
negara. Ini sesuatu yang luar biasa," katanya.
Khofifah berharap penyelenggaraan
OLIVIA XI Tahun 2026 mampu menjadi ruang lahirnya inovasi yang berdampak nyata
bagi pembangunan nasional sekaligus memperkuat daya saing sumber daya manusia
Indonesia.
"OLIVIA 2026 ini mampu menjadi
pemantik lahirnya berbagai karya dan inovasi untuk membangun generasi unggul
yang nyata," ujarnya.
OLIVIA merupakan kompetisi nasional
bagi mahasiswa vokasi dari perguruan tinggi negeri maupun swasta yang
diselenggarakan oleh Forum Pendidikan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI). Tahun
ini, penyelenggaraan OLIVIA XI dipercayakan kepada Fakultas Vokasi Universitas
Negeri Surabaya (Unesa) dengan mengusung tema Synergizing for
Sustainable Innovation: Transforming Ideas into Real-World Impact.
Kompetisi yang berlangsung pada 2–4
Agustus 2026 itu diikuti 65 universitas, politeknik, akademi, serta sekolah
atau program vokasi dari berbagai daerah di Indonesia. Sebanyak 1.500 tim yang
melibatkan sekitar 4.700 mahasiswa mengikuti tahap awal kompetisi pada 26
cabang lomba.
Para peserta didampingi 130 dosen
pembimbing, sementara proses penilaian dilakukan oleh 78 juri yang berasal dari
unsur dunia usaha, dunia industri, dan kalangan akademisi. Penyelenggaraan
kegiatan juga didukung 256 panitia dari Unesa.
Rektor Unesa, Prof. Dr. Nurhasan,
M.Kes., menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur
terhadap penyelenggaraan OLIVIA XI. Menurutnya, pendidikan vokasi memegang
peranan penting dalam mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai keterampilan
teknis, tetapi juga mampu menerjemahkan gagasan menjadi solusi yang memberi
manfaat bagi masyarakat.
"Vokasi menjadi tumpuan dalam
menyiapkan sumber daya manusia unggul yang mampu mewujudkan mimpi
bersama," kata Nurhasan.
Ia berharap kolaborasi antara
pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan dunia industri terus diperkuat
agar pendidikan vokasi semakin relevan dengan kebutuhan pasar kerja dan mampu
menghasilkan lulusan yang kompetitif di tingkat nasional maupun global.
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *

