:
Breaking News

Empat Kali Juara Nasional, Khofifah Sebut Jawa Timur Siap Jadi Rujukan Pendidikan Vokasi Indonesia

top-news

SURABAYA I MaduraNetwork.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai Jawa Timur telah memiliki fondasi kuat untuk menjadi rujukan pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia. Penilaian itu didasarkan pada konsistensi prestasi pendidikan vokasi, termasuk keberhasilan provinsi ini meraih gelar juara umum Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah Tingkat Nasional selama empat tahun berturut-turut.

 

Pernyataan tersebut disampaikan Khofifah saat menghadiri Gala Dinner Olimpiade Vokasi Indonesia (OLIVIA) XI Tahun 2026 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (3/8/2026) malam.

 

"Jawa Timur insyaallah sudah layak menjadi referensi pendidikan vokasi di Indonesia. Jawa Timur sudah empat kali juara umum berturut-turut Lomba Kompetensi Siswa Pendidikan Menengah Tingkat Nasional," ujar Khofifah.

 

Menurut Khofifah, capaian tersebut merupakan hasil dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menempatkan pendidikan sebagai prioritas pembangunan. Komitmen itu diwujudkan melalui dukungan anggaran yang besar, disertai pengawasan dan evaluasi terhadap setiap program agar menghasilkan manfaat yang terukur bagi peserta didik.

 

Ia menilai pendidikan vokasi memiliki posisi strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap memasuki dunia kerja sekaligus mampu menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.

 

Selain meningkatkan kualitas pembelajaran di dalam negeri, Pemprov Jawa Timur juga memperluas akses peserta didik terhadap pengalaman kerja internasional. Hingga kini, sebanyak 4.915 siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) di Jawa Timur telah memperoleh kesempatan magang maupun bekerja di 13 negara.

 

Jumlah tersebut, menurut Khofifah, melampaui peserta dari luar Jawa Timur yang mencapai sekitar 3.600 orang.

 

"Ini bukan sesuatu yang sederhana. Sebanyak 4.915 siswa SMK Jawa Timur magang dan atau bekerja di 13 negara. Ini sesuatu yang luar biasa," katanya.

 


Khofifah berharap penyelenggaraan OLIVIA XI Tahun 2026 mampu menjadi ruang lahirnya inovasi yang berdampak nyata bagi pembangunan nasional sekaligus memperkuat daya saing sumber daya manusia Indonesia.

 

"OLIVIA 2026 ini mampu menjadi pemantik lahirnya berbagai karya dan inovasi untuk membangun generasi unggul yang nyata," ujarnya.

 

OLIVIA merupakan kompetisi nasional bagi mahasiswa vokasi dari perguruan tinggi negeri maupun swasta yang diselenggarakan oleh Forum Pendidikan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI). Tahun ini, penyelenggaraan OLIVIA XI dipercayakan kepada Fakultas Vokasi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dengan mengusung tema Synergizing for Sustainable Innovation: Transforming Ideas into Real-World Impact.

 

Kompetisi yang berlangsung pada 2–4 Agustus 2026 itu diikuti 65 universitas, politeknik, akademi, serta sekolah atau program vokasi dari berbagai daerah di Indonesia. Sebanyak 1.500 tim yang melibatkan sekitar 4.700 mahasiswa mengikuti tahap awal kompetisi pada 26 cabang lomba.

 

Para peserta didampingi 130 dosen pembimbing, sementara proses penilaian dilakukan oleh 78 juri yang berasal dari unsur dunia usaha, dunia industri, dan kalangan akademisi. Penyelenggaraan kegiatan juga didukung 256 panitia dari Unesa.

 

Rektor Unesa, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes., menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap penyelenggaraan OLIVIA XI. Menurutnya, pendidikan vokasi memegang peranan penting dalam mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga mampu menerjemahkan gagasan menjadi solusi yang memberi manfaat bagi masyarakat.

 

"Vokasi menjadi tumpuan dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul yang mampu mewujudkan mimpi bersama," kata Nurhasan.

 

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan dunia industri terus diperkuat agar pendidikan vokasi semakin relevan dengan kebutuhan pasar kerja dan mampu menghasilkan lulusan yang kompetitif di tingkat nasional maupun global.  (Jatim Newsroom)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *