:

Festival Literasi Bangkalan Tanamkan Minat Baca Sejak Dini, Ratusan Anak Antusias Ikuti Dongeng dan Permainan Tradisional

top-news
https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

BANGKALAN I MaduraNetwork.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan terus memperkuat budaya literasi di kalangan generasi muda. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar Festival Literasi yang dikemas dengan kegiatan mendongeng dan permainan tradisional di Pendopo Agung Bangkalan, Kamis (23/7/2026).

 

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkab Bangkalan dalam menanamkan kebiasaan membaca sejak usia dini melalui pendekatan yang edukatif sekaligus menyenangkan.

 

Festival Literasi dibuka langsung oleh Bunda PAUD Kabupaten Bangkalan, Lutfiyana Lukman Hakim, dan dihadiri Bunda Literasi Kabupaten Bangkalan Muayyanah Fauzan Ja'far, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Bangkalan, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

 

Sebanyak 200 anak dari 10 lembaga pendidikan di Kabupaten Bangkalan turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

 

Dalam sambutannya, Lutfiyana Lukman Hakim menegaskan bahwa budaya membaca harus mulai dibangun sejak anak-anak masih berada pada usia emas pertumbuhan.

 

Menurutnya, kebiasaan membaca bukan hanya mampu memperluas wawasan, tetapi juga membentuk karakter, meningkatkan daya imajinasi, serta melatih kemampuan berpikir kreatif dan kritis.

 

"Melalui literasi, anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan di masa depan. Karena itu, minat baca perlu dibangun sejak dini melalui kegiatan yang menyenangkan," ujarnya.

 

Pada kesempatan tersebut, Lutfiyana juga menghibur para peserta dengan mendongeng membawakan cerita berjudul "Kiko dan HP Ajaib".

 

Melalui cerita tersebut, ia mengajak anak-anak memahami pentingnya menggunakan gawai secara bijak, membatasi waktu bermain gadget, serta membiasakan diri membaca buku dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

 

Suasana festival semakin meriah ketika para pendongeng menghadirkan pertunjukan dongeng interaktif menggunakan boneka. Ratusan peserta tampak antusias mengikuti setiap alur cerita, menjawab pertanyaan, hingga berinteraksi langsung dengan para pendongeng.

 

Selain kegiatan mendongeng, Festival Literasi juga menghadirkan berbagai permainan tradisional yang dapat dimainkan langsung oleh para peserta.

 

Kehadiran permainan tradisional tersebut tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga bagian dari upaya melestarikan budaya lokal sekaligus mengurangi ketergantungan anak-anak terhadap penggunaan gadget.

 

Melalui kegiatan ini, Pemkab Bangkalan berharap budaya membaca semakin tumbuh di kalangan anak-anak, seiring meningkatnya kecintaan terhadap permainan tradisional dan nilai-nilai budaya lokal.

 

Festival Literasi diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam mencetak generasi muda Bangkalan yang cerdas, kreatif, berkarakter, serta mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar budaya daerah.

 

https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *