UNIBA Madura Bidik Akreditasi Unggul dan Siapkan Magister Manajemen
- Mohammad -
- 12 Aug, 2026
SUMENEP I MaduraNetwork.id - Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura memperluas pengembangan pendidikan tinggi dengan menyiapkan pembukaan Program Studi Magister Manajemen. Langkah tersebut dilakukan bersamaan dengan upaya Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNIBA Madura mengejar predikat akreditasi “Unggul” untuk jenjang sarjana.
Departemen Manajemen yang berdiri sejak 2018
menjadi salah satu program studi yang terus berkembang dan diminati mahasiswa.
Setelah hampir satu dekade menjalankan pendidikan jenjang sarjana, pengelola
kini mulai mematangkan ekspansi ke pendidikan pascasarjana.
Dekan FEB UNIBA Madura, Dr. Alvin Arifin, S.AB.,
M.M., mengatakan persiapan pembukaan Magister Manajemen telah memasuki tahap
administratif. Berbagai dokumen pengajuan program studi baru telah disiapkan.
“Dokumen pendirian Magister Manajemen sudah kami
siapkan. Saat ini tinggal menunggu proses reakreditasi S1 Manajemen selesai,
setelah itu langsung kami dirikan S2,” kata Alvin, Rabu (12/8/2026).
Menurut dia, kesiapan sumber daya manusia menjadi
salah satu modal utama untuk membuka jenjang pascasarjana. Mayoritas dosen
Departemen Manajemen telah menyelesaikan pendidikan doktor atau S3 sehingga
secara akademik dinilai memiliki kapasitas untuk mendukung pengembangan
pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi.
Target pembukaan Magister Manajemen juga tidak
dilepaskan dari agenda peningkatan mutu program studi sarjana. Pengelola
terlebih dahulu mendorong S1 Manajemen memperoleh predikat akreditasi “Unggul”
melalui proses reakreditasi.
Bagi UNIBA Madura, peningkatan status akreditasi
sekaligus pembukaan program magister menjadi bagian dari strategi memperkuat
posisi perguruan tinggi di tengah persaingan pendidikan tinggi yang semakin
ketat.
Menyiapkan
lulusan pencipta lapangan kerja
Ekspansi akademik tersebut berjalan beriringan
dengan pembenahan kurikulum. FEB UNIBA Madura menempatkan kewirausahaan sebagai
salah satu basis pembelajaran agar lulusan tidak semata-mata diarahkan menjadi
pencari kerja.
Mahasiswa didorong memiliki kemampuan untuk
mengembangkan usaha dan menciptakan lapangan kerja. Pendekatan tersebut
diharapkan membuat lulusan memiliki pilihan karier yang lebih luas, baik
sebagai profesional maupun wirausahawan.
Pengembangan kapasitas akademik juga terlihat dari
pertumbuhan jumlah mahasiswa dan tenaga pengajar. Pada 2023, Departemen
Manajemen telah memiliki hingga 14 kelas paralel. Jumlah dosen yang pada awal
pendirian hanya sekitar enam orang juga meningkat tajam dan kini mendekati 100
orang.
Pertumbuhan tersebut menjadi tantangan tersendiri
bagi pengelola. Peningkatan jumlah mahasiswa harus diikuti dengan penguatan
kualitas tenaga pengajar, sistem pembelajaran, serta tata kelola akademik.
Karena itu, fakultas melakukan pembenahan internal
sekaligus memperbarui sistem pembelajaran menjelang tahun akademik baru. Upaya
tersebut ditujukan untuk menjaga kualitas proses pendidikan di tengah ekspansi
institusi.
“Kami terus meningkatkan kualitas SDM internal dan
memperbarui sistem pembelajaran agar proses belajar semakin optimal bagi
seluruh mahasiswa,” ujar Alvin.
Dengan penguatan sumber daya manusia, pembaruan
pembelajaran, serta persiapan program pascasarjana, FEB UNIBA Madura berupaya
mengubah pertumbuhan kuantitatif menjadi peningkatan kualitas akademik. Target
akreditasi “Unggul” dan pendirian Magister Manajemen menjadi dua agenda utama
dalam fase pengembangan berikutnya.
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *

