:
Breaking News

UNIBA Madura Perkuat Ekosistem Seni, Studio Musik Jadi Kawah Kreativitas

top-news

SUMENEP I MaduraNetwork.id - Perguruan tinggi tak lagi cukup hanya menjadi ruang produksi pengetahuan akademik. Di tengah perubahan lanskap industri kreatif, kampus juga dituntut menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan ekspresi, kreativitas, dan kemampuan bekerja dalam tim.

 

Gagasan itu tengah dikembangkan Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura melalui penguatan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Musik. Kampus menyediakan studio musik yang modern dan representatif sebagai ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan seni sekaligus memproduksi karya.

 

Fasilitas tersebut dilengkapi berbagai perangkat instrumen musik dan sistem tata suara. Kehadiran studio membuat aktivitas UKM Musik tidak berhenti pada kegiatan hiburan, tetapi berkembang menjadi ruang pembelajaran kreatif yang memungkinkan mahasiswa mempelajari teknik vokal, aransemen, produksi musik, hingga manajemen panggung.

 

Ketua Umum UKM Musik UNIBA Madura, RB. Moh. Noer, mengatakan dukungan sarana dari pihak rektorat memberikan energi baru bagi mahasiswa yang bergabung dalam organisasi tersebut.

 

“Sekarang UKM Musik memiliki fasilitas yang semakin lengkap, termasuk studio yang representatif. Ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus berkembang dan berkarya,” ujar Moh. Noer, Jumat, 15 Mei 2026.

 

Menurut dia, fasilitas yang memadai membuat mahasiswa memiliki ruang yang lebih luas untuk bereksperimen. Mereka tidak hanya berlatih memainkan alat musik, tetapi juga belajar membangun sebuah karya secara kolektif.

 

Di titik itu, UKM Musik menjadi semacam laboratorium kreativitas mahasiswa. Proses latihan menuntut kedisiplinan, sementara produksi karya mengajarkan pembagian peran dan tanggung jawab. Penampilan di hadapan publik kemudian menjadi ruang untuk menguji keberanian dan kepercayaan diri. “UKM Musik bukan sekadar wadah hiburan,” kata Moh. Noer.

 

Ia melihat aktivitas bermusik sebagai bagian dari proses pembentukan karakter. Mahasiswa belajar menghargai peran anggota lain, menerima kritik, menjaga komitmen terhadap kelompok, sekaligus berani menunjukkan kemampuan di hadapan orang lain.

 

Program seperti workshop dan penampilan publik menjadi bagian dari agenda untuk menjaga proses tersebut tetap berjalan. Mahasiswa diberi kesempatan untuk tampil sekaligus mengevaluasi kemampuan mereka.

 

Bagi UNIBA Madura, pengembangan UKM Musik juga menunjukkan bahwa prestasi mahasiswa tidak semestinya diukur hanya dari capaian akademik. Kreativitas, kemampuan berkomunikasi, kepemimpinan, kerja sama, dan kepekaan terhadap seni merupakan kompetensi yang semakin penting dalam kehidupan profesional.


Kampus berharap ruang kreatif itu dapat berkembang menjadi ekosistem yang melahirkan karya-karya mahasiswa secara berkelanjutan. Studio musik bukan hanya fasilitas, melainkan investasi untuk membangun pengalaman belajar di luar ruang kelas.

 

Moh. Noer berharap dukungan kebijakan dan fasilitas dari kampus dapat terus berjalan seiring dengan semangat mahasiswa untuk berkarya. Targetnya bukan hanya membangun UKM yang aktif di lingkungan kampus, tetapi membawa talenta mahasiswa UNIBA Madura ke panggung yang lebih luas.

 

“Kami ingin mahasiswa UNIBA Madura tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kaya akan kreativitas dan memiliki kepekaan seni yang tinggi,” katanya.

 

Di tengah tumbuhnya industri kreatif yang semakin terbuka, ruang-ruang semacam itu menjadi penting. Dari sebuah studio kampus, mahasiswa tidak hanya belajar memainkan nada, tetapi juga belajar bagaimana sebuah gagasan diubah menjadi karya dan bagaimana karya tersebut menemukan audiensnya.

 

UNIBA Madura tampaknya ingin memastikan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja, tetapi juga anak muda yang memiliki keberanian untuk menciptakan sesuatu.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *