:
Breaking News

Magang di Bawaslu Sumenep, Mahasiswa UNIBA Madura Belajar Demokrasi dari Lapangan

top-news

SUMENEP I MaduraNetwork.id - Pengabdian dan pembelajaran mahasiswa Universitas Bahaudin Mudhary Madura (UNIBA Madura) di lingkungan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sumenep berakhir. Namun, bagi mahasiswa, berakhirnya masa magang bukan berarti selesainya proses belajar.

 

Selama menjalani program magang, mahasiswa tidak hanya berhadapan dengan rutinitas administrasi kelembagaan. Mereka juga berkesempatan mengenal lebih dekat kerja pengawasan pemilu, memahami dinamika lembaga negara, sekaligus melihat bagaimana prinsip demokrasi diterjemahkan ke dalam pekerjaan sehari-hari.

 

Pengalaman itu menjadi jembatan antara pengetahuan yang diperoleh di kampus dan realitas dunia kerja. Di ruang kelas, mahasiswa mempelajari teori, konsep, dan cara berpikir. Di lingkungan kerja, mereka dituntut menerapkan pengetahuan tersebut melalui kedisiplinan, komunikasi, tanggung jawab, kerja sama, dan etika.

 

Sekretaris Bawaslu Sumenep, Eko Budiharto Utomo, mengatakan kehadiran mahasiswa UNIBA Madura selama program magang tidak sekadar dipandang sebagai peserta pembelajaran. Mereka dinilai telah menjadi bagian dari dinamika aktivitas kelembagaan Bawaslu.

 

“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada adik-adik mahasiswa UNIBA Madura atas pengabdian, kebersamaan, semangat, dan kontribusi yang telah diberikan selama menjalani program magang di Bawaslu Sumenep,” kata Eko.

 

Menurut dia, pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama berada di lingkungan Bawaslu diharapkan menjadi bekal ketika mereka memasuki dunia kerja. Sebab, kemampuan akademik saja tidak selalu cukup untuk menghadapi persoalan di lapangan.

 

Dunia kerja, kata Eko, juga menuntut kemampuan seseorang untuk bertanggung jawab atas pekerjaan, bekerja dalam tim, menerima kritik, berkomunikasi secara baik, serta menjaga etika profesional.

 

“Kampus memberikan ilmu dan cara berpikir, sedangkan pengalaman di dunia kerja mengajarkan bagaimana seseorang bersikap, mengambil tanggung jawab, bekerja sama, dan menyelesaikan tugas,” ujarnya.

 

Eko berharap pengalaman tersebut tidak berhenti sebagai cerita setelah mahasiswa kembali ke kampus. Justru, masa berakhirnya magang harus menjadi titik awal untuk memperluas pengalaman dan terus memperbaiki diri.

 

“Teruslah belajar, jangan takut menerima kritik, karena dari evaluasi seseorang dapat mengetahui apa yang harus diperbaiki dan bagaimana menjadi lebih baik,” katanya.

 

Dosen Koordinator Magang UNIBA Madura, Moh. Sofwan Kastir Al-Aziz, menyampaikan apresiasi kepada jajaran Bawaslu Sumenep yang telah memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar di lingkungan kerja.

 

Menurut Sofwan, proses pembelajaran mahasiswa tidak selalu berlangsung di ruang kuliah. Interaksi dengan lembaga, masyarakat, dan dunia profesional justru dapat memberikan pengalaman yang tidak sepenuhnya diperoleh melalui teori.

 

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada jajaran Bawaslu Sumenep apabila selama masa magang terdapat perkataan, sikap, maupun tindakan mahasiswa yang kurang berkenan.

 

“Kami memahami bahwa mereka masih dalam proses belajar, sehingga tentu masih terdapat banyak kekurangan yang harus terus dibenahi,” ujar Sofwan.

 

Bagi Sofwan, kritik dan evaluasi dari Bawaslu bukan sekadar bagian dari administrasi program magang. Evaluasi tersebut merupakan cermin untuk melihat sejauh mana mahasiswa mampu menerapkan ilmu, menjaga etika, menunjukkan kedisiplinan, dan menjalankan tanggung jawab.

 

Karena itu, pihak kampus menyatakan terbuka terhadap seluruh catatan yang diberikan Bawaslu Sumenep.

 

“Kritik dan evaluasi bukan untuk menjatuhkan, melainkan menjadi bagian dari proses pembelajaran agar mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik,” katanya.

 

Sikap serupa juga diterapkan dalam penilaian akhir mahasiswa. UNIBA Madura memastikan hasil evaluasi Bawaslu akan diterima secara profesional dan objektif tanpa intervensi dari pihak kampus.

 

“Kami akan bersikap profesional terhadap apa pun hasil penilaian yang nantinya diberikan oleh Bawaslu Sumenep kepada mahasiswa kami. Kami tidak ingin mengintervensi atau mengubah hasil yang telah diberikan,” tegas Sofwan.

 

Menurut dia, Bawaslu merupakan pihak yang berinteraksi langsung dengan mahasiswa selama program berlangsung. Karena itu, lembaga tersebut dinilai paling mengetahui bagaimana mahasiswa menjalankan kedisiplinan, tanggung jawab, etika, dan kinerjanya.

 

Prinsip tersebut, kata Sofwan, penting untuk menjaga integritas pendidikan. Nilai magang tidak semestinya hanya dipahami sebagai angka dalam dokumen akademik, tetapi sebagai rekam jejak dari proses yang benar-benar dijalani mahasiswa

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *