Terpilih Guru Inspiratif Jatim 2025, Hasmidi, Guru SMAN 1 Sapeken menjadi Penjaga Literasi dari Ujung Timur Madura
- Mohammad -
- 03 Dec, 2025
SURABAYA I MaduraNetwork.id –
Dalam rangkaian peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) dan Hari Guru
Nasional (HGN) Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2025, Dinas Pendidikan
Provinsi Jawa Timur secara resmi menetapkan para penerima Penghargaan Guru
Inspiratif 2025. Penetapan tersebut merupakan hasil penilaian Tim Penilai dari
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
Penghargaan tersebut diberikan kepada guru-guru
terpilih dari berbagai jenjang pendidikan yang dinilai memiliki dedikasi
tinggi, inovasi pembelajaran, serta kontribusi nyata dalam memajukan dunia
pendidikan di daerah masing-masing.
Untuk jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA),
penghargaan Guru Inspiratif 2025 diraih oleh Hasmidi, guru dari SMAN 1 Sapeken,
Kabupaten Sumenep.
Untuk diketahui, Hasmidi adalah seorang
pendidik Bahasa dan Sastra Indonesia yang mengabdikan diri di SMA Negeri 1
Sapeken, Kabupaten Sumenep. Di ruang kelas, ia menanamkan kecintaan terhadap
bahasa; di luar kelas, ia menyalakan api literasi melalui karya-karya bertema
kemaduraan yang konsisten ia tulis dan sebarkan.
Kecintaannya pada dunia tulis-menulis telah
membuahkan banyak karya yang diterbitkan di berbagai media, seperti Jawa Pos
Radar Madura, Majalah Jokotole, dan Pakem Maddhu. Ia dikenal sebagai penulis
yang setia mengangkat denyut kehidupan Madura dalam bentuk esai, cerpen,
pantun, hingga puisi berbahasa Madura.
Lahir dari rahim dunia pendidikan, Hasmidi menapaki
perjalanan akademiknya dari MAN Sumenep pada 2008, lalu melanjutkan ke STKIP
PGRI Sumenep hingga 2014. Ia kemudian memperdalam keilmuan di Universitas
Jember yang diselesaikan pada 2022. Selain itu, ia juga pernah menimba
keterampilan di Lembaga Kursus “Song-song Senom” serta mengikuti Pendidikan
Guru Penggerak pada 2024.
Jejak pengabdiannya di dunia pendidikan terentang
panjang. Ia pernah mengajar di SDN Moncek Timur, MA Miftahul Ulum Moncek, SDI
Sang Timur Sumenep, SMAI Nurul Yaqin Lenteng, hingga kini mengabdi di SMAN 1
Bluto dan SMA Negeri 1 Sapeken. ”Dunia pendidikan bukan sekadar profesi,
melainkan panggilan hidup saya,” katanya.
Di luar tugas mengajar, Hasmidi aktif dalam
berbagai komunitas literasi dan organisasi, di antaranya Think Community,
Komunitas Abdi Dalem, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU), Kampoeng
Jerami, Komunitas Sastra 3 (online), Komunitas Sastra Nusantara (online), serta
MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Sumenep.
Karya-karya pentingnya juga telah dibukukan dalam
sejumlah antologi, di antaranya “Jhimat” (2013), “Damar Kambang” (2023),
“Parenteng Tareka” (2024), serta “Are Nyangsang e Mata” (2025). Buku-buku
tersebut menjadi jejak estetik sekaligus identitas kultural yang terus ia
rawat.
Dedikasinya tak luput dari penghargaan. Ia pernah
meraih Juara harapan 3 dan juara harapan 2 Cipta Puisi, dinobatkan sebagai Guru
Inovator Literasi Nasional, serta menjadi peserta Temu Karya Serumpun yang
melibatkan enam negara. Semua itu menjadi bukti bahwa kerja sunyi di ruang
kelas dan ruang kata mampu menembus batas geografis.
Bagi Hasmidi, menulis adalah cara menjaga warisan
budaya agar tidak lapuk dimakan zaman. Dari Dusun Tengah, Moncek Tengah,
Lenteng, ia terus mengirimkan suara Madura lewat barisan kata yang berakar kuat
pada tanah kelahirannya.
Kepala Sekolah SMAN 1 Sapeken, H Fujianto
mengatakan bahwa penghargaan guru inspiratif ini diharapkan menjadi pemantik
semangat bagi para pendidik untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran,
menumbuhkan inovasi di sekolah, serta memperkuat peran guru sebagai agen
perubahan di tengah masyarakat. (rba)
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *


