:

Terpilih Guru Inspiratif Jatim 2025, Hasmidi, Guru SMAN 1 Sapeken menjadi Penjaga Literasi dari Ujung Timur Madura

top-news
https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

SURABAYA I MaduraNetwork.id – Dalam rangkaian peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) dan Hari Guru Nasional (HGN) Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2025, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur secara resmi menetapkan para penerima Penghargaan Guru Inspiratif 2025. Penetapan tersebut merupakan hasil penilaian Tim Penilai dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

 

Penghargaan tersebut diberikan kepada guru-guru terpilih dari berbagai jenjang pendidikan yang dinilai memiliki dedikasi tinggi, inovasi pembelajaran, serta kontribusi nyata dalam memajukan dunia pendidikan di daerah masing-masing.

 

Untuk jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), penghargaan Guru Inspiratif 2025 diraih oleh Hasmidi, guru dari SMAN 1 Sapeken, Kabupaten Sumenep.

 

Untuk diketahui, Hasmidi adalah seorang pendidik Bahasa dan Sastra Indonesia yang mengabdikan diri di SMA Negeri 1 Sapeken, Kabupaten Sumenep. Di ruang kelas, ia menanamkan kecintaan terhadap bahasa; di luar kelas, ia menyalakan api literasi melalui karya-karya bertema kemaduraan yang konsisten ia tulis dan sebarkan.

 

Kecintaannya pada dunia tulis-menulis telah membuahkan banyak karya yang diterbitkan di berbagai media, seperti Jawa Pos Radar Madura, Majalah Jokotole, dan Pakem Maddhu. Ia dikenal sebagai penulis yang setia mengangkat denyut kehidupan Madura dalam bentuk esai, cerpen, pantun, hingga puisi berbahasa Madura.

 

Lahir dari rahim dunia pendidikan, Hasmidi menapaki perjalanan akademiknya dari MAN Sumenep pada 2008, lalu melanjutkan ke STKIP PGRI Sumenep hingga 2014. Ia kemudian memperdalam keilmuan di Universitas Jember yang diselesaikan pada 2022. Selain itu, ia juga pernah menimba keterampilan di Lembaga Kursus “Song-song Senom” serta mengikuti Pendidikan Guru Penggerak pada 2024.

 

Jejak pengabdiannya di dunia pendidikan terentang panjang. Ia pernah mengajar di SDN Moncek Timur, MA Miftahul Ulum Moncek, SDI Sang Timur Sumenep, SMAI Nurul Yaqin Lenteng, hingga kini mengabdi di SMAN 1 Bluto dan SMA Negeri 1 Sapeken. ”Dunia pendidikan bukan sekadar profesi, melainkan panggilan hidup saya,” katanya.

 

Di luar tugas mengajar, Hasmidi aktif dalam berbagai komunitas literasi dan organisasi, di antaranya Think Community, Komunitas Abdi Dalem, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU), Kampoeng Jerami, Komunitas Sastra 3 (online), Komunitas Sastra Nusantara (online), serta MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Sumenep.

 

Karya-karya pentingnya juga telah dibukukan dalam sejumlah antologi, di antaranya “Jhimat” (2013), “Damar Kambang” (2023), “Parenteng Tareka” (2024), serta “Are Nyangsang e Mata” (2025). Buku-buku tersebut menjadi jejak estetik sekaligus identitas kultural yang terus ia rawat.

 

Dedikasinya tak luput dari penghargaan. Ia pernah meraih Juara harapan 3 dan juara harapan 2 Cipta Puisi, dinobatkan sebagai Guru Inovator Literasi Nasional, serta menjadi peserta Temu Karya Serumpun yang melibatkan enam negara. Semua itu menjadi bukti bahwa kerja sunyi di ruang kelas dan ruang kata mampu menembus batas geografis.

 

Bagi Hasmidi, menulis adalah cara menjaga warisan budaya agar tidak lapuk dimakan zaman. Dari Dusun Tengah, Moncek Tengah, Lenteng, ia terus mengirimkan suara Madura lewat barisan kata yang berakar kuat pada tanah kelahirannya.

 

Kepala Sekolah SMAN 1 Sapeken, H Fujianto mengatakan bahwa penghargaan guru inspiratif ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi para pendidik untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, menumbuhkan inovasi di sekolah, serta memperkuat peran guru sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. (rba)

 

https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *