:

7 Tahun Perjalanan Prestasi UNIBA Madura di Era Kompetisi Globalisasi

top-news
https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

Dari Kampus Berlahan 800 Meter menjadi Perguruan Tinggi Favorit dengan Ribuan Mahasiswa di Madura

 

SUMENEP I MaduraNetwork.id - Perjalanan Universitas KH. Bahaudin Mudhary Madura atau UNIBA Madura dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir menjadi salah satu bukti perkembangan pesat dunia pendidikan tinggi di Pulau Madura. Di tengah tantangan era globalisasi dan kompetisi pendidikan modern, kampus yang mengusung konsep “Pesantren Based University” ini terus menunjukkan eksistensinya sebagai perguruan tinggi unggulan di wilayah Madura.

 

UNIBA Madura resmi berdiri pada 3 September 2019. Sebelumnya, kampus ini bernama STIEBA Madura yang pertama kali dibuka pada Juni 2018. STIEBA Madura memperoleh izin operasional dari Kemenristekdikti melalui SK Nomor 492/KPT/I/2018 dan mulai melaksanakan perkuliahan pada September 2018.

 

Peresmian kampus dilakukan pada 10 Desember 2018 oleh Mohamad Nasir. Saat itu, kampus hanya berdiri di atas lahan seluas 800 meter persegi yang beralamat di Jalan Raya Lenteng Nomor 10, Batuan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

 

Di bawah naungan Yayasan Kudsiyah Bahaudin Mudhary yang dipimpin sekaligus didirikan oleh Achsanul Qosasi, perguruan tinggi ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Sumenep dan Madura secara umum.

 


Salah satu ciri khas UNIBA Madura adalah konsep pendidikan “Pesantren Based University” yang memadukan sistem pendidikan tinggi modern dengan nilai-nilai pesantren. Selain mengikuti perkuliahan akademik, mahasiswa juga dibiasakan dengan budaya mengaji dan pembinaan akhlak khas pesantren yang menjadi pembeda dengan kampus lain di wilayah Sumenep.

 

Kesigapan manajemen kampus dalam memperluas informasi dan promosi pendidikan ke seluruh wilayah Madura turut mempercepat perkembangan institusi tersebut. Hanya dalam waktu singkat, tepat pada 3 September 2019, STIEBA Madura resmi bertransformasi menjadi Universitas KH. Bahaudin Mudhary Madura melalui SK Nomor 791/KPT/I/2019.

 

Transformasi itu menandai perkembangan besar UNIBA Madura dari yang awalnya hanya memiliki program studi ekonomi menjadi universitas dengan lima fakultas dan delapan program studi.

 

Adapun fakultas dan program studi yang dimiliki UNIBA Madura saat ini meliputi Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan Program Studi Akuntansi dan Manajemen, Fakultas Sains dan Teknologi dengan Program Studi Informatika, Sistem Informasi, dan Teknik Industri, Fakultas Hukum dengan Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Ilmu Komunikasi dengan fokus kajian film, televisi, dan media, serta Fakultas Bahasa Asing dengan Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Inggris.

 

Sebagian besar program studi tersebut telah memperoleh akreditasi “Baik Sekali” dari BAN-PT. Sementara secara institusi, per tahun 2024 UNIBA Madura telah mengantongi akreditasi “Baik” dan menargetkan peningkatan menjadi “Baik Sekali” pada tahun 2026.

 

Seiring perkembangan kampus, fasilitas pendidikan juga terus dilengkapi. Saat ini UNIBA Madura memiliki gedung kampus empat lantai berkonsep modern, laboratorium komputer, laboratorium bahasa, perpustakaan digital, asrama mahasiswa atau ma’had, masjid kampus, kantin, lapangan olahraga, hingga jaringan wifi yang menjangkau seluruh area kampus.

 

Selain fasilitas yang memadai, UNIBA Madura juga dikenal dengan biaya pendidikan yang relatif terjangkau. Mahasiswa cukup membayar SPP mulai sekitar Rp2 jutaan per semester. Kampus juga menyediakan berbagai program beasiswa seperti KIP-K, Beasiswa Tahfidz, Beasiswa Prestasi, dan Beasiswa Yayasan Bahaudin.

 


Rektor UNIBA Madura, Rachmat Hidayat, menyampaikan bahwa perkembangan kampus saat ini mengalami peningkatan signifikan dibanding awal berdiri.

 

“Saat ini UNIBA memasuki angkatan ke-7 dengan jumlah mahasiswa mencapai 4.800 orang yang awalnya hanya sekitar 90 mahasiswa. Saya sebagai rektor sekaligus dosen pertama sejak awal berdirinya kampus ini bersama tiga karyawan dan tujuh dosen saat itu, kini jumlah dosen dan karyawan sudah mencapai sekitar 180 orang,” jelasnya kepada MaduraNetwork, Kamis 21 Mei 2026 di lobi kampus UNIBA Madura.

 

Ia juga menjelaskan bahwa luas lahan kampus yang awalnya hanya 800 meter persegi kini telah berkembang menjadi sekitar 4,8 hektare dengan fasilitas yang semakin lengkap.

 

“Kami memprioritaskan kualitas layanan akademik terbaik sebagai modal untuk mencapai target angkatan ke-8 mendatang dengan penambahan sekitar 1.000 mahasiswa hingga total mencapai 6.000 mahasiswa,” ungkapnya optimistis.

 

Hingga saat ini, Universitas KH. Bahaudin Mudhary Madura terus berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi favorit di Madura dengan layanan akademik yang baik, fasilitas kampus yang lengkap, serta komitmen memberikan akses beasiswa bagi mahasiswa berprestasi. (yud)

 

https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *