7 Tahun Perjalanan Prestasi UNIBA Madura di Era Kompetisi Globalisasi
- Yudie -
- 21 May, 2026
Dari Kampus Berlahan 800
Meter menjadi Perguruan Tinggi Favorit dengan Ribuan Mahasiswa di Madura
SUMENEP I
MaduraNetwork.id - Perjalanan Universitas KH.
Bahaudin Mudhary Madura atau UNIBA Madura dalam kurun waktu tujuh tahun
terakhir menjadi salah satu bukti perkembangan pesat dunia pendidikan tinggi di
Pulau Madura. Di tengah tantangan era globalisasi dan kompetisi pendidikan
modern, kampus yang mengusung konsep “Pesantren Based University” ini terus
menunjukkan eksistensinya sebagai perguruan tinggi unggulan di wilayah Madura.
UNIBA Madura resmi berdiri pada 3
September 2019. Sebelumnya, kampus ini bernama STIEBA Madura yang pertama kali
dibuka pada Juni 2018. STIEBA Madura memperoleh izin operasional dari
Kemenristekdikti melalui SK Nomor 492/KPT/I/2018 dan mulai melaksanakan
perkuliahan pada September 2018.
Peresmian kampus dilakukan pada 10
Desember 2018 oleh Mohamad Nasir. Saat itu, kampus hanya berdiri di atas lahan
seluas 800 meter persegi yang beralamat di Jalan Raya Lenteng Nomor 10, Batuan,
Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Di bawah naungan Yayasan Kudsiyah
Bahaudin Mudhary yang dipimpin sekaligus didirikan oleh Achsanul Qosasi,
perguruan tinggi ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Sumenep dan
Madura secara umum.
Salah satu ciri khas UNIBA Madura
adalah konsep pendidikan “Pesantren Based University” yang memadukan sistem
pendidikan tinggi modern dengan nilai-nilai pesantren. Selain mengikuti
perkuliahan akademik, mahasiswa juga dibiasakan dengan budaya mengaji dan
pembinaan akhlak khas pesantren yang menjadi pembeda dengan kampus lain di
wilayah Sumenep.
Kesigapan manajemen kampus dalam
memperluas informasi dan promosi pendidikan ke seluruh wilayah Madura turut
mempercepat perkembangan institusi tersebut. Hanya dalam waktu singkat, tepat
pada 3 September 2019, STIEBA Madura resmi bertransformasi menjadi Universitas
KH. Bahaudin Mudhary Madura melalui SK Nomor 791/KPT/I/2019.
Transformasi itu menandai perkembangan
besar UNIBA Madura dari yang awalnya hanya memiliki program studi ekonomi
menjadi universitas dengan lima fakultas dan delapan program studi.
Adapun fakultas dan program studi
yang dimiliki UNIBA Madura saat ini meliputi Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan
Program Studi Akuntansi dan Manajemen, Fakultas Sains dan Teknologi dengan
Program Studi Informatika, Sistem Informasi, dan Teknik Industri, Fakultas
Hukum dengan Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Ilmu Komunikasi dengan fokus
kajian film, televisi, dan media, serta Fakultas Bahasa Asing dengan Program
Studi Bahasa dan Kebudayaan Inggris.
Sebagian besar program studi
tersebut telah memperoleh akreditasi “Baik Sekali” dari BAN-PT. Sementara
secara institusi, per tahun 2024 UNIBA Madura telah mengantongi akreditasi
“Baik” dan menargetkan peningkatan menjadi “Baik Sekali” pada tahun 2026.
Seiring perkembangan kampus,
fasilitas pendidikan juga terus dilengkapi. Saat ini UNIBA Madura memiliki
gedung kampus empat lantai berkonsep modern, laboratorium komputer,
laboratorium bahasa, perpustakaan digital, asrama mahasiswa atau ma’had, masjid
kampus, kantin, lapangan olahraga, hingga jaringan wifi yang menjangkau seluruh
area kampus.
Selain fasilitas yang memadai,
UNIBA Madura juga dikenal dengan biaya pendidikan yang relatif terjangkau.
Mahasiswa cukup membayar SPP mulai sekitar Rp2 jutaan per semester. Kampus juga
menyediakan berbagai program beasiswa seperti KIP-K, Beasiswa Tahfidz, Beasiswa
Prestasi, dan Beasiswa Yayasan Bahaudin.
Rektor UNIBA Madura, Rachmat
Hidayat, menyampaikan bahwa perkembangan kampus saat ini mengalami peningkatan
signifikan dibanding awal berdiri.
“Saat ini UNIBA memasuki angkatan
ke-7 dengan jumlah mahasiswa mencapai 4.800 orang yang awalnya hanya sekitar 90
mahasiswa. Saya sebagai rektor sekaligus dosen pertama sejak awal berdirinya
kampus ini bersama tiga karyawan dan tujuh dosen saat itu, kini jumlah dosen
dan karyawan sudah mencapai sekitar 180 orang,” jelasnya kepada MaduraNetwork,
Kamis 21 Mei 2026 di lobi kampus UNIBA Madura.
Ia juga menjelaskan bahwa luas
lahan kampus yang awalnya hanya 800 meter persegi kini telah berkembang menjadi
sekitar 4,8 hektare dengan fasilitas yang semakin lengkap.
“Kami memprioritaskan kualitas
layanan akademik terbaik sebagai modal untuk mencapai target angkatan ke-8
mendatang dengan penambahan sekitar 1.000 mahasiswa hingga total mencapai 6.000
mahasiswa,” ungkapnya optimistis.
Hingga saat ini, Universitas KH.
Bahaudin Mudhary Madura terus berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi
favorit di Madura dengan layanan akademik yang baik, fasilitas kampus yang
lengkap, serta komitmen memberikan akses beasiswa bagi mahasiswa berprestasi. (yud)
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *


