:
Breaking News

Komisi D Minta Atlet Kepulauan Sumenep Diperlakukan Setara

top-news

SUMENEP I MaduraNetwork.id - Pemerataan pembinaan olahraga di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali menjadi sorotan. Pemerintah Kabupaten Sumenep dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) diminta memastikan atlet potensial dari wilayah kepulauan memperoleh kesempatan yang sama dalam seleksi dan pembinaan.

 

Permintaan tersebut disampaikan Komisi IV DPRD Sumenep kepada organisasi perangkat daerah yang membidangi olahraga. Persoalan akses pembinaan dinilai penting karena sebagian wilayah Sumenep berada di kepulauan dengan tantangan geografis dan akses yang berbeda dibandingkan wilayah daratan.

 

Ketua Komisi IV DPRD Sumenep Mulyadi mengatakan, asal wilayah tidak boleh menjadi pertimbangan untuk membatasi kesempatan seorang atlet. Menurut dia, atlet yang memiliki kemampuan dan potensi prestasi harus mendapatkan ruang yang sama untuk berkembang.

 

“Kalau atlet dari kepulauan yang potensial itu harus dilibatkan. Tidak boleh kemudian memilah-milih atlet karena kepulauan, karena apa pun ceritanya kepulauan itu adalah Sumenep,” kata Mulyadi kepada Bangsapedia.com, Kamis (20/8/2026).

 

Mulyadi mengatakan, atlet dari seluruh wilayah Kabupaten Sumenep memiliki hak yang sama untuk memperoleh pembinaan. Prestasi dan kemampuan, bukan lokasi tempat tinggal, semestinya menjadi dasar dalam menentukan atlet yang masuk dalam program pembinaan maupun seleksi.

 

Menurut dia, persoalan atlet kepulauan tersebut telah dibicarakan dengan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disparbudporapar) Sumenep. Pembahasan itu diharapkan tidak berhenti pada kebijakan administratif, tetapi diwujudkan dalam mekanisme pembinaan yang benar-benar terbuka.

 

“Bahkan, secara tegas hal ini sudah kami bicarakan dengan Disparbudporapar terkait masalah atlet yang berasal dari kepulauan,” ujarnya.

 

Tantangan pemerataan pembinaan menjadi lebih kompleks karena wilayah Sumenep mencakup sejumlah pulau. Jarak, biaya transportasi, serta keterbatasan akses terhadap fasilitas latihan dapat menjadi hambatan tambahan bagi atlet yang tinggal di kepulauan.

 

Karena itu, menurut Mulyadi, pemerintah daerah dan KONI perlu memastikan mekanisme pencarian bakat tidak hanya berpusat di wilayah daratan. Sistem seleksi yang aktif menjangkau kepulauan diperlukan agar atlet potensial tidak kehilangan kesempatan hanya karena persoalan geografis.

 

“Yang terpenting bukan masalah dari daratan atau kepulauan, tetapi lebih kepada kemampuan dan skill atlet itu sendiri,” katanya.

Pemerataan tersebut juga penting untuk kepentingan prestasi daerah. Semakin luas pencarian bibit atlet dilakukan, semakin besar peluang Sumenep menemukan talenta yang dapat bersaing dalam kejuaraan tingkat regional maupun nasional.

 

Politisi Demokrat ini berharap seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan olahraga menjadikan kemampuan atlet sebagai ukuran utama. Ia mengingatkan agar tidak ada perlakuan berbeda terhadap atlet berdasarkan asal wilayah.

 

Bagi Sumenep, persoalan pembinaan atlet kepulauan bukan sekadar masalah olahraga. Kebijakan tersebut sekaligus menjadi ujian apakah pembangunan sumber daya manusia telah benar-benar menjangkau seluruh wilayah, termasuk masyarakat yang tinggal di pulau-pulau.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *