BPRS Bhakti Sumekar Teguhkan Peran dalam Pendidikan Lewat Layanan Keuangan Syariah yang Inklusif
- Inyoman -
- 02 May, 2026
SUMENEP I MaduraNetwork.id – Lembaga keuangan syariah Badan Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar Kabupaten Sumenep kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung kemajuan sektor pendidikan melalui penyediaan layanan keuangan yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan
bertepatan dengan momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026
yang diperingati pada Sabtu, 2 Mei 2026, sebagai refleksi bersama terhadap
pentingnya penguatan sektor pendidikan di berbagai lini.
Direktur BPRS Bhakti Sumekar,
Hairil Fajar, mengungkapkan bahwa keterlibatan dalam dunia pendidikan merupakan
langkah strategis yang diyakini mampu memberikan kontribusi nyata terhadap
peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di Kabupaten Sumenep.
Menurutnya, pendidikan bukan
sekadar aktivitas belajar-mengajar, tetapi merupakan fondasi utama dalam
membentuk masa depan yang lebih baik. Karena itu, sinergi lintas sektor,
termasuk lembaga keuangan, sangat diperlukan untuk menciptakan ekosistem
pendidikan yang berkelanjutan dan berkualitas.
“Terwujudnya generasi yang cerdas
dan berdaya saing tidak hanya menjadi tanggung jawab institusi pendidikan,
tetapi juga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak,” ujar Hairil Fajar, Rabu
(6/5/2026).
Ia menambahkan, peringatan
Hardiknas tahun ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran
kolektif dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif. Pendidikan, lanjutnya,
merupakan hak dasar setiap warga negara yang harus dipenuhi sekaligus menjadi investasi
jangka panjang dalam mencetak generasi unggul.
Sebagai wujud nyata komitmen
tersebut, BPRS Bhakti Sumekar telah menghadirkan beragam program layanan
keuangan syariah yang menyasar kalangan pelajar. Program ini mencakup produk
tabungan khusus bagi siswa serta kegiatan edukasi literasi keuangan guna
membekali generasi muda dalam mengelola keuangan secara bijak sejak dini.
“Program tabungan pelajar hingga
edukasi literasi keuangan terus kami dorong agar siswa memiliki pemahaman yang
baik dalam mengatur keuangan mereka,” jelasnya.
Lebih jauh, Hairil Fajar juga
menekankan bahwa peringatan Hardiknas tidak hanya menjadi ajang seremonial,
tetapi juga momentum evaluasi terhadap sistem tata kelola pendidikan, khususnya
dalam hal transparansi dan akuntabilitas.
“Sistem pengelolaan pendidikan
harus terus diperkuat dengan mengedepankan prinsip transparansi serta
berorientasi pada peningkatan mutu sesuai dengan regulasi yang berlaku,”
pungkasnya. (sdm)
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *


