:

Babad Trunajaya Ditetapkan sebagai Ingatan Kolektif Nasional, Sumenep Ukir Prestasi di Tingkat Nasional

top-news
https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

SUMENEP I MaduraNetwork.id – Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali menorehkan capaian membanggakan di kancah nasional. Naskah bersejarah Babad Trunajaya secara resmi ditetapkan sebagai Ingatan Kolektif Nasional (IKON) oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI).

 

Penetapan tersebut diumumkan dalam acara Penganugerahan Ingatan Kolektif Nasional Tahun 2025 yang digelar di Auditorium Perpustakaan Nasional RI, Jakarta. Penghargaan diterima langsung oleh Ir. Budi Prihartini, M.Si, mewakili Pemerintah Kabupaten Sumenep, didampingi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur.

 

Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Pemerintah Kabupaten Sumenep dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, yang secara konsisten melakukan pendampingan dan pengusulan agar naskah Babad Trunajaya mendapatkan pengakuan nasional. Sinergi tersebut mencerminkan komitmen kuat dalam menjaga serta melestarikan warisan dokumenter bernilai sejarah tinggi.

 

Dalam kesempatan itu, Kepala Perpustakaan Nasional RI, E. Aminudin Aziz, menyerahkan sertifikat penetapan kepada para penerima yang dinilai berperan penting dalam pelestarian arsip dan dokumen sejarah bangsa. Ia menegaskan bahwa Babad Trunajaya merupakan salah satu karya monumental yang memuat jejak perjuangan Trunajaya, tokoh besar asal Madura, dengan nilai historis, budaya, dan identitas lokal yang sangat tinggi.

 

“Babad Trunajaya bukan sekadar naskah sejarah, melainkan simbol keteguhan dan semangat perjuangan rakyat Madura yang patut dijaga dan diwariskan,” ujar E. Aminudin Aziz.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sumenep, Rudi Yuyianto, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas penghargaan tersebut. Menurutnya, penetapan ini menjadi dorongan bagi Sumenep untuk semakin aktif melestarikan kekayaan dokumenter daerah.

 

“Pengakuan ini adalah kehormatan besar, tidak hanya bagi Sumenep tetapi juga bagi masyarakat Madura secara keseluruhan. Babad Trunajaya kini menjadi bukti bahwa warisan intelektual dan budaya Madura diakui secara nasional,” tuturnya.

 

Rudi menambahkan, keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai sejarah daerahnya, sekaligus menjadikan nilai-nilai perjuangan dalam Babad Trunajaya sebagai sumber inspirasi dalam kehidupan modern.

 

Dengan penetapan tersebut, Babad Trunajaya kini tercatat resmi sebagai dokumen nasional yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi, sekaligus mempertegas posisi Sumenep sebagai daerah yang kaya akan warisan intelektual, budaya, dan kearifan lokal yang layak dijaga serta diwariskan lintas generasi. (red)

https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *