Babad Trunajaya Ditetapkan sebagai Ingatan Kolektif Nasional, Sumenep Ukir Prestasi di Tingkat Nasional
- Mohammad -
- 17 Oct, 2025
SUMENEP I MaduraNetwork.id – Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali menorehkan capaian membanggakan di kancah nasional. Naskah bersejarah Babad Trunajaya secara resmi ditetapkan sebagai Ingatan Kolektif Nasional (IKON) oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI).
Penetapan tersebut diumumkan dalam
acara Penganugerahan Ingatan Kolektif Nasional Tahun 2025
yang digelar di Auditorium Perpustakaan Nasional RI, Jakarta.
Penghargaan diterima langsung oleh Ir. Budi Prihartini, M.Si,
mewakili Pemerintah Kabupaten Sumenep, didampingi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur.
Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Pemerintah Kabupaten Sumenep dan Dinas
Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, yang secara
konsisten melakukan pendampingan dan pengusulan agar naskah Babad Trunajaya
mendapatkan pengakuan nasional. Sinergi tersebut mencerminkan komitmen kuat
dalam menjaga serta melestarikan warisan dokumenter bernilai sejarah tinggi.
Dalam kesempatan itu, Kepala Perpustakaan Nasional RI, E. Aminudin Aziz,
menyerahkan sertifikat penetapan kepada para penerima yang dinilai berperan
penting dalam pelestarian arsip dan dokumen sejarah bangsa. Ia menegaskan bahwa
Babad Trunajaya merupakan salah satu karya
monumental yang memuat jejak perjuangan Trunajaya, tokoh besar asal
Madura, dengan nilai historis, budaya, dan identitas lokal yang sangat tinggi.
“Babad Trunajaya bukan sekadar
naskah sejarah, melainkan simbol keteguhan dan semangat perjuangan rakyat
Madura yang patut dijaga dan diwariskan,” ujar E. Aminudin Aziz.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sumenep, Rudi
Yuyianto, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas
penghargaan tersebut. Menurutnya, penetapan ini menjadi dorongan bagi Sumenep
untuk semakin aktif melestarikan kekayaan dokumenter daerah.
“Pengakuan ini adalah kehormatan
besar, tidak hanya bagi Sumenep tetapi juga bagi masyarakat Madura secara
keseluruhan. Babad Trunajaya kini menjadi bukti bahwa warisan intelektual dan
budaya Madura diakui secara nasional,” tuturnya.
Rudi menambahkan, keberhasilan ini
diharapkan dapat menjadi momentum bagi generasi muda
untuk mengenal dan mencintai sejarah daerahnya, sekaligus menjadikan
nilai-nilai perjuangan dalam Babad Trunajaya sebagai sumber inspirasi dalam
kehidupan modern.
Dengan penetapan tersebut, Babad Trunajaya kini tercatat resmi sebagai dokumen nasional yang
memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi, sekaligus
mempertegas posisi Sumenep sebagai daerah yang kaya akan warisan intelektual,
budaya, dan kearifan lokal yang layak dijaga serta diwariskan
lintas generasi. (red)
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *


