:

Wabup Sumenep Ajak Generasi Muda Jaga Eksistensi Jaran Serek di Tengah Arus Modernisasi

top-news
https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

SUMENEP I MaduraNetwork.id  – Wakil Bupati Sumenep, Imam Hasyim, menyoroti semakin minimnya generasi muda yang tertarik meneruskan kesenian tradisional daerah, khususnya Jaran Serek. Hal itu disampaikannya saat membuka Festival Jaran Serek 2026 pada Minggu, 10 Mei 2026.

 

Menurutnya, berkurangnya penerus budaya menjadi persoalan serius dalam menjaga keberlangsungan warisan tradisional khas Kabupaten Sumenep di tengah derasnya perkembangan zaman dan modernisasi. Ia menilai, tantangan terbesar pelestarian budaya saat ini terletak pada regenerasi pelaku seni dan pewaris tradisi.

 

Imam Hasyim menegaskan, sebuah budaya lambat laun akan hilang apabila tidak ada generasi yang melanjutkan dan merawatnya. Karena itu, keberadaan anak muda dinilai sangat penting untuk memastikan kesenian tradisional tetap hidup dan berkembang di masa mendatang.

 

Festival Jaran Serek sendiri masuk dalam rangkaian agenda Sumenep Calendar of Event 2026. Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya mempertahankan budaya lokal sekaligus mengenalkan kesenian khas Sumenep kepada masyarakat yang lebih luas.

 


Jaran Serek dikenal sebagai pertunjukan tradisional yang memadukan atraksi kuda dengan pawang, disertai gerakan khas yang mengikuti irama musik saronen. Kesenian itu dinilai memiliki nilai budaya dan identitas daerah yang kuat sehingga perlu dijaga bersama oleh pemerintah, masyarakat, maupun generasi muda.

 

Dalam kesempatan itu, Imam Hasyim juga mengajak anak muda memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi budaya agar Jaran Serek semakin dikenal hingga ke luar daerah. Menurutnya, perkembangan teknologi seharusnya dapat menjadi alat untuk memperluas pengenalan budaya tradisional kepada publik.

 

Selain promosi, ia juga mendorong para seniman dan pelaku budaya untuk terus menghadirkan inovasi dalam setiap pertunjukan tanpa menghilangkan nilai tradisional yang menjadi ciri khasnya. Festival Jaran Serek, kata dia, harus mampu menyuguhkan penampilan yang lebih kreatif dan atraktif sehingga semakin diminati masyarakat.

 

Ia pun menilai pesona Jaran Serek sejatinya tidak kalah dibandingkan sapi sonok maupun karapan sapi yang selama ini lebih dikenal sebagai ikon budaya Madura. Meski popularitasnya belum sebesar kesenian lainnya, Jaran Serek tetap memiliki daya tarik tersendiri yang patut dibanggakan dan dilestarikan. (rba)

https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *