:

Bal Budhi Menolak Punah, 128 Klub Bertanding, Kalianget Resmi menjadi Kampung Olahraga Tradisional Sumenep

top-news
https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

SUMENEP I MaduraNetwork.id - Sorak-sorai menggema di Lapangan Hanoman Putih, Desa Kalianget Barat, Minggu (2/8). Bukan pertandingan sepak bola atau bola voli yang menyedot perhatian ribuan warga, melainkan bal budhi—olahraga tradisional khas Madura yang selama puluhan tahun hidup dari semangat komunitas.

 

Turnamen Olahraga Tradisional Bupati Cup II 2026 menjadi panggung terbesar bagi cabang olahraga tersebut. Sebanyak 224 klub ambil bagian dalam kejuaraan yang terdiri atas 128 klub kategori umum dewasa, 64 klub U-15 putra, dan 32 klub umum putri. Jumlah peserta itu menjadi rekor tersendiri dalam penyelenggaraan turnamen bal budhi di Kabupaten Sumenep.

 

Di tengah derasnya arus olahraga modern, antusiasme masyarakat Kalianget justru menunjukkan arah berbeda. Mereka mempertahankan permainan tradisional sebagai identitas budaya yang diwariskan lintas generasi.

 

Camat Kalianget, Hakiki Maulana Firmansyah, menilai tingginya jumlah peserta merupakan gambaran nyata bahwa bal budhi masih memiliki ruang hidup yang kuat di tengah masyarakat.

 

"Turnamen ini memiliki antusiasme yang sangat tinggi di wilayah kami. Terlihat dari banyaknya tim yang mendaftar dari berbagai penjuru daerah," ujarnya saat membuka turnamen.

 

Besarnya partisipasi itu tidak hanya dipandang sebagai keberhasilan sebuah kompetisi. Bagi Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Sumenep, fenomena tersebut menjadi bukti bahwa Kalianget telah berkembang menjadi pusat pembinaan olahraga tradisional.

 

Momentum pembukaan turnamen dimanfaatkan KORMI untuk menetapkan Kecamatan Kalianget sebagai "Kampoeng Olahraga Bal Budhi". Penetapan itu ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan dan piagam penghargaan kepada Pemerintah Kecamatan Kalianget.

 

Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Berdasarkan pendataan KORMI, terdapat 55 klub bal budhi aktif yang tersebar di tujuh desa di Kecamatan Kalianget. Jumlah itu menjadikan wilayah tersebut sebagai basis terbesar olahraga bal budhi di Kabupaten Sumenep.

 

Ketua KORMI Sumenep, Imam Syafi'i, mengatakan olahraga tradisional membutuhkan ruang kompetisi agar tidak sekadar menjadi bagian dari cerita masa lalu.

 

"Turnamen seperti ini menjadi bagian penting dari upaya melestarikan olahraga tradisional agar tetap hidup di tengah masyarakat," katanya.

 

Pelestarian bal budhi kini tidak lagi berhenti pada aktivitas komunitas. Pemerintah daerah mulai menjadikannya bagian dari agenda olahraga dan kebudayaan melalui penyelenggaraan turnamen rutin. Kehadiran kategori usia dini hingga dewasa dalam Bupati Cup II juga menunjukkan upaya regenerasi atlet dilakukan secara berjenjang.

 

Di tengah perubahan gaya hidup masyarakat, bal budhi di Kalianget justru menemukan momentum kebangkitannya. Lapangan Hanoman Putih menjadi saksi bahwa olahraga tradisional tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga berkembang menjadi identitas sosial yang mampu menyatukan masyarakat dalam semangat kompetisi, kebersamaan, dan pelestarian nilai-nilai lokal.

 

https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *