Gubernur Khofifah Tinjau Progres SRT Sampang, Optimistis Putus Mata Rantai Kemiskinan lewat Pendidikan Gratis
- Rusli Djunaidi
- 21 Jul, 2026
SAMPANG I MaduraNetwork.id - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Kabupaten Sampang, Selasa (21/7). Dalam kunjungannya, Khofifah optimistis kehadiran SRT akan menjadi solusi strategis untuk mencetak generasi unggul sekaligus memutus mata rantai kemiskinan melalui akses pendidikan berkualitas dan gratis bagi masyarakat miskin.
SRT yang berlokasi di Jalan Batokarang, Kecamatan
Camplong, tersebut dibangun di atas lahan seluas sekitar 12 hektare dan menjadi
kawasan Sekolah Rakyat Terintegrasi terluas di Indonesia. Kompleks pendidikan
itu mengintegrasikan jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama
(SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam satu kawasan.
Saat meninjau lokasi, Khofifah mengaku terkesan
dengan kesiapan fasilitas yang telah disiapkan. Menurutnya, keberadaan SRT
merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memberikan kesempatan
pendidikan yang layak bagi masyarakat dari kelompok desil 1 dan 2.
"SRT merupakan penyiapan pendidikan bagi
masyarakat kurang mampu desil 1 dan 2. Hal ini menjadi solusi ampuh dan efektif
untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan. Mudah-mudahan menjadi
sumber kebahagiaan keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara sehingga cita-cita
yang mereka susun tercapai semuanya," ujar Khofifah.
Ia menyebut Kabupaten Sampang memiliki keistimewaan
karena mampu menyediakan kawasan SRT dengan luas terbesar di Indonesia.
Berbagai fasilitas penunjang pendidikan juga telah dibangun untuk mendukung
proses belajar mengajar secara optimal.
"Kategori SRT mulai SD, SMP, dan SMA ternyata
areanya terluas se-Indonesia, total 12 hektare. Jadi Kabupaten Sampang luar
biasa bisa menyiapkan area terluas se-Indonesia untuk Sekolah Rakyat
Terpadu," ungkapnya.
Fasilitas yang tersedia di antaranya asrama siswa,
ruang kelas digital, laboratorium terpadu, gedung serbaguna, masjid, hingga
sarana olahraga seperti lapangan sepak bola, bola basket, bola voli, serta
jogging track berlapis rubber.
"Kita tadi juga sudah mencoba rubber untuk
jogging track, kemudian ada asrama, ruang belajar, masjid, dan tempat olahraga
yang juga luar biasa seperti lapangan sepak bola, bola basket, dan bola
voli," tambahnya.
Selain menitikberatkan pada kualitas akademik,
Khofifah juga mendorong penguatan pendidikan karakter dan spiritual melalui
penerapan konsep pesantren di lingkungan sekolah. Pemerintah Provinsi Jawa
Timur melalui Dinas Sosial akan menyiapkan guru mengaji sebagai bagian dari
pembinaan karakter peserta didik.
Ia berharap para siswa dapat memanfaatkan waktu
luang untuk kegiatan positif seperti menghafal Al-Qur'an, pembinaan karakter,
serta pengembangan minat dan bakat.
"Selain belajar dan berolahraga, anak-anak
juga perlu memperoleh penguatan karakter melalui kegiatan keagamaan. Karena itu
saya berharap dapat dibangun sinergi sehingga mereka juga memiliki kesempatan
menghafal Al-Qur'an maupun mengikuti berbagai kegiatan positif lainnya,"
katanya.
Menurut Khofifah, cita-cita mewujudkan Generasi
Emas Indonesia tidak cukup hanya menjadi slogan, tetapi harus diwujudkan
melalui program konkret yang mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia
sejak usia dini.
Saat ini, pembangunan SRT permanen direncanakan
hadir di 18 lokasi di Jawa Timur. Sementara itu, SRT rintisan telah beroperasi
di Kabupaten Ponorogo dan Banyuwangi.
Khofifah memastikan progres pembangunan SRT Sampang
berjalan sesuai target. Seluruh pekerjaan dilakukan dalam tiga sif sehingga
diharapkan rampung dalam waktu dekat.
"Semua sudah terukur dan kerjanya tiga shift.
Empat hari lagi insya Allah sudah 100 persen," ucapnya.
Pada Tahun Ajaran 2026/2027, SRT Sampang akan
menampung sebanyak 224 peserta didik yang terdiri atas 27 siswa SD, 108 siswa
SMP, dan 89 siswa SMA. Saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), jumlah
tersebut akan bertambah melalui skema titipan dari sejumlah kabupaten di Madura
Raya, yakni 30 siswa SMP dari Pamekasan, 16 siswa SD dan 30 siswa SMP dari
Bangkalan, serta tiga siswa SD dan 30 siswa SMP dari Sumenep.
Gubernur juga memastikan kebutuhan kepala sekolah
telah terpenuhi. Sementara proses pemenuhan tenaga pendidik masih terus
dilakukan melalui sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah
Kabupaten Sampang agar operasional SRT dapat berjalan optimal sejak awal tahun
ajaran baru.
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *


