Khofifah Dorong Perlindungan Anak Beradaptasi dengan Era Digital, Jatim Luncurkan Program Perisai Anak
- Rusli Djunaidi
- 29 Jul, 2026
PASURUAN I MaduraNetwork.id - Suasana Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Provinsi Jawa Timur 2026 di Kabupaten Pasuruan, Selasa, 28 Juli 2026, tidak hanya menjadi panggung perayaan bagi anak-anak. Pemerintah Provinsi Jawa Timur memanfaatkannya sebagai momentum untuk memperkuat komitmen perlindungan anak, terutama menghadapi tantangan yang semakin kompleks di ruang digital.
Dalam peringatan yang mengusung
tema "Sayang
Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan" itu, Gubernur Jawa Timur
Khofifah Indar Parawansa menyerahkan sejumlah penghargaan kepada pemerintah
kabupaten/kota dan Forum Anak Daerah yang dinilai aktif membangun ekosistem
perlindungan anak.
Penghargaan kategori peningkatan
Indeks Perlindungan Anak (IPA) Jawa Timur diberikan kepada Pemerintah Kabupaten
Gresik sebagai peringkat pertama. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten
Sidoarjo, sementara Kota Kediri berada di peringkat ketiga.
Apresiasi juga diberikan kepada
Forum Anak Daerah yang dinilai berhasil mengampanyekan isu perlindungan anak
melalui media kreatif. Forum Anak Daerah Karunia Laksamana meraih juara pertama
dalam Lomba Video Kampanye Kreatif, disusul Forum Anak Daerah Adhikara Nawasena
di posisi kedua dan Forum Anak Daerah Fakom sebagai juara ketiga.
Namun, lebih dari sekadar seremoni
penghargaan, perhatian pemerintah tertuju pada perubahan pola ancaman yang kini
dihadapi anak-anak.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, yang menghadiri acara tersebut menilai ruang
digital telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan anak. Karena itu,
perlindungan tidak lagi cukup dilakukan di lingkungan keluarga atau sekolah
semata.
"Tantangan kita saat ini
adalah penggunaan media sosial yang tidak bijaksana. Anak-anak kita hidup di
dua ruang sekaligus, yaitu ruang fisik dan ruang digital," kata Arifah.
Menurut dia, keluarga tetap
menjadi benteng utama dalam membangun karakter anak melalui komunikasi yang
hangat dan terbuka. Sementara itu, negara bersama seluruh pemangku kepentingan
berkewajiban memastikan ruang digital menjadi tempat yang aman bagi tumbuh
kembang anak.
Arifah mengingatkan bahwa
pemenuhan hak dan perlindungan anak merupakan investasi jangka panjang menuju
terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045. Ia mengajak anak-anak untuk terus
belajar, berkarya, dan memanfaatkan teknologi secara positif.
Komitmen memperkuat perlindungan
anak di dunia digital kemudian diwujudkan melalui penandatanganan komitmen
bersama membangun Ekosistem Perlindungan Anak di Ruang Digital. Bersamaan
dengan itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur meluncurkan Program Perisai Anak
yang ditandai dengan pelepasan balon sebagai simbol dimulainya gerakan
tersebut.
Kepala Dinas Pemberdayaan
Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur, Sufi
Agustini, mengatakan peringatan Hari Anak Nasional bukan sekadar agenda
tahunan. Menurut dia, peringatan itu menjadi pengingat agar seluruh pihak terus
memastikan anak-anak Indonesia memperoleh hak untuk tumbuh sehat, bahagia,
cerdas, serta terlindungi dari berbagai bentuk kekerasan dan eksploitasi.
Rangkaian peringatan HAN 2026 juga
diisi berbagai kegiatan yang melibatkan anak-anak secara langsung. Mulai dari
pembacaan dongeng, pertunjukan seni tari, penampilan penyanyi anak, peragaan
busana siswa PAUD dan taman kanak-kanak, parade baris-berbaris siswa Sekolah
Rakyat Kota Pasuruan, penyampaian Suara Anak Jawa Timur oleh perwakilan Forum Anak,
hingga permainan edukatif dan pameran produk usaha mikro, kecil, dan menengah.
Di tengah berkembangnya teknologi
digital yang semakin cepat, pesan utama peringatan Hari Anak Nasional tahun ini
terasa jelas: melindungi anak bukan lagi sebatas menjaga mereka di dunia nyata,
tetapi juga memastikan mereka tumbuh aman, sehat, dan berdaya di ruang digital
yang kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *


