Paduan Budaya dan Inovasi Pembangunan Antar Bappeda Sumenep Raih Stan Terbaik MNV 2026
- Mohammad -
- 05 Sep, 2026
SUMENEP I MaduraNetwork.id - Badan
Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, meraih
predikat sebagai salah satu dari enam stan terbaik dalam penyelenggaraan Madura
Night Vaganza (MNV) 2026.
Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas kreativitas perangkat daerah
dalam menyajikan informasi pembangunan sekaligus memperkenalkan identitas dan
kearifan lokal kepada masyarakat.
Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep Arif Firmanto mengatakan, penghargaan
itu merupakan hasil kerja bersama seluruh aparatur Bappeda. Menurut dia,
persiapan stan melibatkan kekompakan, kreativitas, dan kolaborasi pegawai.
”Kami mendapat penghargaan stan terbaik MNV bukan semata-mata hasil
kerja individu, melainkan buah dari kekompakan, kreativitas, dan kolaborasi
seluruh aparatur Bappeda,” kata Arif kepada Media Center, Jumat (4/9/2026).
Arif mengatakan, pihaknya bersyukur atas penghargaan tersebut. Namun,
menurut dia, nilai yang lebih penting dari capaian itu adalah terbangunnya
semangat kebersamaan antarpegawai dalam menyiapkan dan menyukseskan kegiatan.
Penghargaan tersebut, lanjut Arif, didedikasikan kepada seluruh pegawai
Bappeda yang telah memberikan waktu, tenaga, gagasan, dan kreativitas dalam
menyiapkan stan.
”Stan terbaik ini bukan tujuan akhir, tetapi menjadi penyemangat untuk
terus bekerja, berinovasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi daerah,”
ujarnya.
Angkat Identitas Sumenep
Dalam penyelenggaraan MNV 2026, Bappeda Sumenep mengusung konsep Keraton
dan Pendopo Sumenep. Konsep tersebut dipilih sebagai representasi identitas,
sejarah, dan kearifan lokal Kabupaten Sumenep.
Konsep itu tidak hanya diterapkan pada tampilan stan, tetapi juga
dipadukan dengan penyajian informasi mengenai pembangunan daerah. Dengan
demikian, pengunjung dapat memperoleh informasi pembangunan sekaligus mengenal
sejarah dan karakter budaya Sumenep.
Sejumlah materi pembangunan ditampilkan dalam bentuk infografis. Di
antaranya visi dan misi daerah, delapan program unggulan periode 2025-2029,
capaian indikator pembangunan, Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Strategi
Sanitasi Kabupaten (SSK), e-Stunting, E-SAKIP, serta program Peti Koin
Bermantra.
Menurut Arif, penyajian informasi pembangunan melalui ruang publik
seperti MNV dapat menjadi sarana untuk mendekatkan program pemerintah kepada
masyarakat. Informasi yang disampaikan secara visual diharapkan lebih mudah
dipahami oleh pengunjung.
Ia berharap kreativitas yang ditampilkan dalam MNV tidak berhenti
sebagai kegiatan seremonial. Inovasi, kata dia, harus menjadi bagian dari
budaya kerja aparatur dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
”Semangat berkreasi dan berinovasi jangan berhenti pada kegiatan seremonial,
jadikan sebagai budaya dalam bekerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada
masyarakat,” kata Arif.
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *

