Patah Tulang Banyak Dialami Penyintas Gempa NTT, Pemerintah Operasikan Dua RS Lapangan
- Mohammad -
- 20 Aug, 2026
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, kedua rumah sakit lapangan tersebut telah beroperasi dan mulai melakukan tindakan medis, termasuk operasi bagi korban yang mengalami patah tulang.
“Sudah beroperasi kemarin dan sudah bisa melakukan operasi, terutama patah tulang karena banyak sekali yang patah tulang,” kata Budi saat ditemui seusai menghadiri kegiatan skrining tuberkulosis (TB) gratis bagi siswa SMA A. Wahid Hasyim, Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Kamis (20/8/2026).
Menurut Budi, sekitar 40 keluarga telah mendapatkan pelayanan melalui dua rumah sakit lapangan tersebut. Fasilitas kesehatan darurat itu disiapkan untuk membantu penanganan korban di wilayah yang fasilitas kesehatannya terdampak gempa.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan menyatakan telah mengirimkan dua rumah sakit lapangan ke wilayah terdampak. Salah satunya ditempatkan di Rumah Sakit Ruteng karena wilayah tersebut mengalami dampak cukup parah.
Rumah sakit lapangan lainnya dioperasikan di Rumah Sakit Aeramo, Kabupaten Nagekeo. Kedua fasilitas tersebut berfungsi memperkuat pelayanan puskesmas yang terdampak gempa.
Ketua Satuan Tugas Bencana Kementerian Kesehatan Sumarjaya mengatakan, pelayanan medis di kedua lokasi telah berjalan, termasuk tindakan operasi yang dilakukan di tenda rumah sakit lapangan.
Selain memperkuat fasilitas kesehatan, Kemenkes bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memetakan puskesmas yang mengalami kerusakan dan berada di wilayah sulit dijangkau.
Beberapa di antaranya adalah puskesmas di Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai, dan Puskesmas Dampek di Kabupaten Manggarai Timur.
“Daerah di kedua puskesmas ini sangat sulit. Oleh karena itu, kami mengirimkan tenaga medis darurat atau Emergency Medical Team (EMT) untuk memberikan layanan di sana dan mengevakuasi masyarakat yang memang perlu dirujuk ke rumah sakit,” ujar Sumarjaya.
Pengiriman tim medis darurat tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan warga di daerah terpencil tetap memperoleh layanan kesehatan setelah gempa.
Selain penanganan korban dengan luka dan patah tulang, pelayanan kesehatan darurat diperlukan untuk mengantisipasi berbagai kebutuhan medis lain yang muncul setelah bencana.
Gempa bermagnitudo 7,7 yang berpusat di wilayah Flores pada 15 Agustus 2026 menyebabkan sejumlah wilayah di NTT terdampak. Pemerintah hingga kini masih melakukan penanganan dan pemulihan, termasuk memastikan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang berada di daerah terdampak.
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *

