DPRD Sumenep Desak APBD 2026 Fokus pada Infrastruktur Penunjang Ekonomi Masyarakat
- Mohammad -
- 17 Jun, 2026
SUMENEP I MaduraNetwork.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep meminta Pemerintah Kabupaten Sumenep memprioritaskan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 untuk pembangunan infrastruktur yang memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Wakil Ketua DPRD Sumenep, Dul Siam, menegaskan
bahwa pembangunan jalan produksi, jaringan irigasi pertanian, serta akses
transportasi menuju wilayah kepulauan harus menjadi fokus utama pemerintah
daerah dalam perencanaan anggaran tahun mendatang.
Menurutnya, infrastruktur yang memadai merupakan
faktor penting dalam mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di
sektor pertanian, perikanan, dan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Dengan
akses yang baik, biaya distribusi dapat ditekan sehingga daya saing produk
lokal semakin meningkat.
“Anggaran 2026 jangan sampai habis untuk kegiatan
seremonial. Pemerintah daerah harus fokus pada pembangunan infrastruktur yang
benar-benar mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. Jalan menuju sentra
produksi harus diperbaiki, dermaga di wilayah kepulauan juga perlu diperkuat
agar distribusi barang dan hasil produksi lebih lancar,” tegas Dul Siam.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut
menilai kelancaran akses logistik memiliki pengaruh besar terhadap stabilitas
harga komoditas. Ketika distribusi berjalan efektif, biaya angkut dapat ditekan
sehingga harga barang menjadi lebih terkendali dan pelaku usaha lokal
memperoleh keuntungan yang lebih baik.
Selain itu, Dul Siam juga menyoroti masih adanya
ketimpangan pembangunan infrastruktur antara wilayah daratan dan kepulauan.
Sebagai daerah yang memiliki karakteristik geografis kepulauan, Sumenep
membutuhkan perhatian khusus agar pemerataan pembangunan dapat dirasakan
seluruh masyarakat.
Menurutnya, peningkatan kualitas jalan, sarana
transportasi laut, serta penyediaan akses listrik yang memadai di pulau-pulau
kecil akan membuka peluang investasi baru, terutama pada sektor pariwisata dan
perikanan yang selama ini menjadi potensi unggulan daerah.
“Pemerataan pembangunan harus menjadi perhatian
bersama. Masyarakat di kepulauan memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses
infrastruktur yang layak. Jika akses jalan, dermaga, dan listrik semakin baik,
maka peluang investasi akan tumbuh dan ekonomi masyarakat akan bergerak lebih
cepat,” ujarnya.
Dul Siam menekankan bahwa setiap rupiah anggaran
pembangunan harus diarahkan pada program yang benar-benar menyentuh kebutuhan
masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah diminta memastikan penyusunan APBD
2026 berorientasi pada kepentingan publik dan memberikan manfaat nyata bagi
peningkatan kesejahteraan warga.
“Pembangunan infrastruktur harus menjadi prioritas
karena dampaknya sangat besar terhadap perekonomian masyarakat. Akses yang baik
akan memperlancar distribusi barang dan jasa, memperkuat konektivitas
antardaerah, serta mendukung peningkatan produktivitas masyarakat,” katanya.
Ia juga menilai masih terdapat sejumlah ruas jalan
di berbagai wilayah Kabupaten Sumenep yang membutuhkan perbaikan maupun
peningkatan kualitas. Karena itu, pemerintah daerah diharapkan dapat memetakan
kebutuhan pembangunan secara lebih tepat agar anggaran yang tersedia dapat
dimanfaatkan secara efektif dan tepat sasaran.
DPRD berharap APBD 2026 mampu menjadi instrumen
pembangunan yang tidak hanya menjaga stabilitas daerah, tetapi juga menjadi
motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif, baik di wilayah daratan
maupun kepulauan Kabupaten Sumenep. (rba)
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *


