:

KH Saleh Gagas Tadarus Keliling di Sapeken, Ikhtiar Selamatkan Generasi Qurani

top-news
https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

SAPEKEN I MaduraNetwork.id – Upaya menjaga generasi muda agar tidak buta huruf Al-Qur’an terus dilakukan oleh KH Mohammad Saleh, pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Amin, Desa Saor Saebus, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep. Dengan cara yang sederhana namun penuh makna, ia menggagas program tadarus keliling yang menyasar rumah-rumah pemuda di pulau berpenduduk sekitar 3.300 jiwa itu.

 

Kegiatan ini lahir dari kegelisahan Kiai Saleh melihat masih ada pemuda yang enggan belajar membaca Al-Qur’an karena merasa sudah berusia dewasa dan malu datang ke pondok. “Sebagian pemuda minder untuk belajar di pesantren karena merasa usianya sudah lewat. Jadi, saya berinisiatif mengadakan tadarus keliling agar semua pemuda di sini bisa membaca Al-Qur’an dengan baik,” ungkapnya.

 

Pria yang pernah menimba ilmu di Pondok Pesantren Al-Hidayah Arjasa, Kangean, ini mengaku prihatin jika generasi muda dibiarkan menjauh dari Al-Qur’an. Ia menegaskan, kemampuan membaca kitab suci bukan hanya kewajiban, tetapi juga fondasi moral yang akan membimbing kehidupan mereka ke depan.

 

Program tadarus keliling terbagi dua: khusus putra dilaksanakan setiap Jumat siang, sedangkan kelompok putri digelar setiap Ahad siang. Antusiasme masyarakat, terutama kalangan muda, cukup tinggi. Para santri yang menetap di pondok ikut serta mendampingi kegiatan ini, bersama para guru yang sudah ditunjuk.

 


Respon positif warga menjadi penguat semangat kiai Saleh. Menurutnya, tadarus keliling bukan sekadar rutinitas, melainkan media untuk menghidupkan kembali budaya belajar Al-Qur’an di tengah derasnya arus teknologi. “Perkembangan teknologi membuat banyak pemuda lebih suka menghabiskan waktu dengan handphone. Sementara Al-Qur’an mulai terabaikan,” ujarnya.

 

Sebagai mantan kepala desa Saor Saebus sekaligus tokoh yang pernah aktif di Pagar Nusa, Kiai Saleh melihat pentingnya pendekatan langsung untuk menyentuh hati masyarakat. Dengan mendatangi rumah-rumah pemuda, ia berharap tidak ada lagi generasi yang tertinggal dalam kemampuan membaca Al-Qur’an.

 

“Kami ingin semua pemuda di desa ini lancar dan pandai membaca Al-Qur’an. Harapan kami sederhana, agar generasi berikutnya tetap dekat dengan kitab suci, meski dunia terus berubah,” pungkasnya. (hai)

 

https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *