KH Saleh Gagas Tadarus Keliling di Sapeken, Ikhtiar Selamatkan Generasi Qurani
- Suhairi -
- 28 Sep, 2025
SAPEKEN I
MaduraNetwork.id – Upaya
menjaga generasi muda agar tidak buta huruf Al-Qur’an terus dilakukan oleh KH
Mohammad Saleh, pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Amin, Desa Saor Saebus, Kecamatan
Sapeken, Kabupaten Sumenep. Dengan cara yang sederhana namun penuh makna, ia
menggagas program tadarus keliling yang
menyasar rumah-rumah pemuda di pulau berpenduduk sekitar 3.300 jiwa itu.
Kegiatan ini
lahir dari kegelisahan Kiai Saleh melihat masih ada pemuda yang enggan belajar
membaca Al-Qur’an karena merasa sudah berusia dewasa dan malu datang ke pondok.
“Sebagian pemuda minder untuk belajar di pesantren karena merasa usianya sudah
lewat. Jadi, saya berinisiatif mengadakan tadarus keliling agar semua pemuda di
sini bisa membaca Al-Qur’an dengan baik,” ungkapnya.
Pria yang
pernah menimba ilmu di Pondok Pesantren Al-Hidayah Arjasa, Kangean, ini mengaku
prihatin jika generasi muda dibiarkan menjauh dari Al-Qur’an. Ia menegaskan,
kemampuan membaca kitab suci bukan hanya kewajiban, tetapi juga fondasi moral
yang akan membimbing kehidupan mereka ke depan.
Program tadarus keliling terbagi dua: khusus putra
dilaksanakan setiap Jumat siang, sedangkan kelompok putri digelar setiap Ahad
siang. Antusiasme masyarakat, terutama kalangan muda, cukup tinggi. Para santri
yang menetap di pondok ikut serta mendampingi kegiatan ini, bersama para guru
yang sudah ditunjuk.
Respon
positif warga menjadi penguat semangat kiai Saleh. Menurutnya, tadarus keliling bukan sekadar rutinitas, melainkan
media untuk menghidupkan kembali budaya belajar Al-Qur’an di tengah derasnya
arus teknologi. “Perkembangan teknologi membuat banyak pemuda lebih suka
menghabiskan waktu dengan handphone. Sementara Al-Qur’an mulai terabaikan,”
ujarnya.
Sebagai
mantan kepala desa Saor Saebus sekaligus tokoh yang pernah aktif di Pagar Nusa,
Kiai Saleh melihat pentingnya pendekatan langsung untuk menyentuh hati
masyarakat. Dengan mendatangi rumah-rumah pemuda, ia berharap tidak ada lagi
generasi yang tertinggal dalam kemampuan membaca Al-Qur’an.
“Kami ingin
semua pemuda di desa ini lancar dan pandai membaca Al-Qur’an. Harapan kami
sederhana, agar generasi berikutnya tetap dekat dengan kitab suci, meski dunia
terus berubah,” pungkasnya. (hai)
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *


