:
Breaking News

Gotong Royong hingga Larut Malam, Warga dan TNI Percepat Pembangunan Jembatan Panile

top-news

SUMENEP I MaduraNetwork.id - Kesunyian malam di Dusun Panile, Desa Gapura Tengah, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, pecah oleh suara batu yang diturunkan dari bak truk. Di saat sebagian besar warga beristirahat, puluhan orang justru bergotong royong menyiapkan material pembangunan Jembatan Sungai Panile, salah satu sasaran program Bakti TNI AD untuk Rakyat Madura yang dilaksanakan Kodim 0827/Sumenep.

 

Pekerjaan dimulai sekitar pukul 19.21 WIB, Senin (3/8/2026). Dipimpin Babinsa Koramil 0827/16 Gapura, Serda Nor Fausi, tiga tukang bersama 12 warga menurunkan dan menata material agar proses konstruksi dapat segera dilanjutkan pada hari berikutnya.

 

Material yang didatangkan meliputi tiga truk batu gunung, satu truk batu cor, satu truk pasir hitam, serta 50 sak semen. Seluruh bahan bangunan tersebut menjadi bagian awal pembangunan jembatan berstruktur beton wide flange (WF) yang diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas warga Dusun Panile.

 

Di bawah penerangan lampu seadanya, warga dan prajurit bekerja berdampingan memindahkan material. Aktivitas yang berlangsung hingga malam itu mencerminkan semangat gotong royong yang masih terpelihara di tengah masyarakat, sekaligus menjadi penopang percepatan pembangunan infrastruktur di pedesaan.

 

Serda Nor Fausi mengatakan, penyiapan material dilakukan pada malam hari untuk memanfaatkan waktu secara lebih efektif. Dengan demikian, pekerjaan konstruksi dapat langsung dilaksanakan pada siang hari tanpa harus menunggu proses distribusi bahan bangunan.

 

"Siang hingga sore warga banyak yang bekerja. Malam ini kami manfaatkan untuk menyiapkan seluruh material agar besok pekerjaan konstruksi bisa langsung berjalan. Yang terpenting, pembangunan tidak kehilangan waktu," ujarnya.

 

Menurut Nor Fausi, tingginya partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program karya bakti yang dijalankan TNI di wilayah tersebut.

 

"Kami tidak bisa bekerja sendiri. Alhamdulillah warga datang dengan kesadaran sendiri. Inilah semangat karya bakti, TNI dan rakyat bekerja bersama membangun kebutuhan masyarakat," katanya.

 

Bagi warga Dusun Panile, pembangunan jembatan bukan sekadar proyek fisik, melainkan kebutuhan yang telah lama dinantikan. Selama ini, akses melintasi Sungai Panile menjadi salah satu kendala mobilitas masyarakat, terutama saat musim hujan ketika debit air meningkat.

 

Mahmud, salah seorang warga yang ikut bekerja hingga malam, mengatakan kehadiran jembatan akan mempermudah aktivitas sehari-hari, mulai dari perjalanan menuju lahan pertanian hingga akses anak-anak ke sekolah.

 

"Kalau untuk jembatan yang nanti dinikmati bersama, kami rela membantu sampai malam. Semoga pembangunannya lancar dan segera selesai karena akses ini memang sangat dibutuhkan warga," ujarnya.

 

Program Bakti TNI AD untuk Rakyat Madura menjadi salah satu upaya mempercepat pembangunan infrastruktur dasar melalui kolaborasi antara TNI dan masyarakat. Selain memperbaiki akses transportasi, kegiatan tersebut diharapkan memperkuat semangat kebersamaan yang selama ini menjadi modal sosial masyarakat pedesaan.

 

Di Dusun Panile, semangat itu tampak nyata. Ketika malam biasanya identik dengan waktu beristirahat, warga memilih berkumpul di lokasi pembangunan, mengangkat batu dan semen bersama prajurit. Di tengah gelapnya malam, gotong royong menjadi penerang yang mempercepat hadirnya jembatan penghubung bagi kehidupan masyarakat.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *