Gotong Royong hingga Larut Malam, Warga dan TNI Percepat Pembangunan Jembatan Panile
- Mohammad -
- 04 Aug, 2026
SUMENEP I MaduraNetwork.id - Kesunyian
malam di Dusun Panile, Desa Gapura Tengah, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep,
pecah oleh suara batu yang diturunkan dari bak truk. Di saat sebagian besar
warga beristirahat, puluhan orang justru bergotong royong menyiapkan material
pembangunan Jembatan Sungai Panile, salah satu sasaran program Bakti TNI AD
untuk Rakyat Madura yang dilaksanakan Kodim 0827/Sumenep.
Pekerjaan dimulai sekitar pukul
19.21 WIB, Senin (3/8/2026). Dipimpin Babinsa Koramil 0827/16 Gapura, Serda Nor
Fausi, tiga tukang bersama 12 warga menurunkan dan menata material agar proses
konstruksi dapat segera dilanjutkan pada hari berikutnya.
Material yang didatangkan meliputi
tiga truk batu gunung, satu truk batu cor, satu truk pasir hitam, serta 50 sak
semen. Seluruh bahan bangunan tersebut menjadi bagian awal pembangunan jembatan
berstruktur beton wide
flange (WF) yang diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas warga
Dusun Panile.
Di bawah penerangan lampu
seadanya, warga dan prajurit bekerja berdampingan memindahkan material.
Aktivitas yang berlangsung hingga malam itu mencerminkan semangat gotong royong
yang masih terpelihara di tengah masyarakat, sekaligus menjadi penopang
percepatan pembangunan infrastruktur di pedesaan.
Serda Nor Fausi mengatakan,
penyiapan material dilakukan pada malam hari untuk memanfaatkan waktu secara
lebih efektif. Dengan demikian, pekerjaan konstruksi dapat langsung
dilaksanakan pada siang hari tanpa harus menunggu proses distribusi bahan
bangunan.
"Siang hingga sore warga
banyak yang bekerja. Malam ini kami manfaatkan untuk menyiapkan seluruh
material agar besok pekerjaan konstruksi bisa langsung berjalan. Yang
terpenting, pembangunan tidak kehilangan waktu," ujarnya.
Menurut Nor Fausi, tingginya
partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan
program karya bakti yang dijalankan TNI di wilayah tersebut.
"Kami tidak bisa bekerja
sendiri. Alhamdulillah warga datang dengan kesadaran sendiri. Inilah semangat
karya bakti, TNI dan rakyat bekerja bersama membangun kebutuhan
masyarakat," katanya.
Bagi warga Dusun Panile,
pembangunan jembatan bukan sekadar proyek fisik, melainkan kebutuhan yang telah
lama dinantikan. Selama ini, akses melintasi Sungai Panile menjadi salah satu
kendala mobilitas masyarakat, terutama saat musim hujan ketika debit air
meningkat.
Mahmud, salah seorang warga yang
ikut bekerja hingga malam, mengatakan kehadiran jembatan akan mempermudah
aktivitas sehari-hari, mulai dari perjalanan menuju lahan pertanian hingga
akses anak-anak ke sekolah.
"Kalau untuk jembatan yang
nanti dinikmati bersama, kami rela membantu sampai malam. Semoga pembangunannya
lancar dan segera selesai karena akses ini memang sangat dibutuhkan
warga," ujarnya.
Program Bakti TNI AD untuk Rakyat
Madura menjadi salah satu upaya mempercepat pembangunan infrastruktur dasar
melalui kolaborasi antara TNI dan masyarakat. Selain memperbaiki akses
transportasi, kegiatan tersebut diharapkan memperkuat semangat kebersamaan yang
selama ini menjadi modal sosial masyarakat pedesaan.
Di Dusun Panile, semangat itu
tampak nyata. Ketika malam biasanya identik dengan waktu beristirahat, warga memilih
berkumpul di lokasi pembangunan, mengangkat batu dan semen bersama prajurit. Di
tengah gelapnya malam, gotong royong menjadi penerang yang mempercepat hadirnya
jembatan penghubung bagi kehidupan masyarakat.
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *

